Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Nikmatnya Menyeruput Tim Hortons, Kopinya Orang Kanada

Mencicipi secangkir kopi merupakan sensansi tersendiri bagi saya. Sudah cukup lama saya menjadi pencinta kopi khususnya kopi hitam. Kalau lagi traveling di Indonesia, saya pasti sempatkan untuk mencoba sajian kopi daerah ataupun menyengaja membeli kopi lokalnya. Begitupun saat traveling ke luar negeri. Bedanya saya harus mikir dua kali untuk membeli kopi saat diluar negeri, karena harganya yang agak lumayan expensive buat seorang backpacker seperti saya. Beruntungnya saya memiliki teman-teman baik dari luar negeri. Jadi saya selalu menggunakan azas manfaat😊 ketika mereka akan berkunjung ke Indonesia. Kali ini, saya mendapatkan hadiah dari kawan baik saya asal Kanada. Saya memang request untuk dibawakan oleh-oleh kopi dari negaranya. Dan Alhamdulillah, beliau membawakan 1 pack kopinya orang Kanada. Ada yang bisa tebak apa namanya ???. Yups, nama kopinya adalah  Tim Hortons Coffee. Kopi yang sangat terkenal dan dipertahankan sebagai ciri khas serta kebanggaan warga Kanada . Walau

Sahabatku, Seorang Pahlawan Kesehatan Masa Kini

Saya mengartikan pengertian pahlawan adalah  sebagai seseorang yang telah memberikan sumbangsih seluruh tenaga, pikiran, jiwa maupun raga kepada seorang individu, kelompok, bahkan bangsa dan negara. Dan dianggap berjasa bagi keberlangsungan hidup suatu individu maupun kelompok. Saya ingin berbagi cerita satu sosok yang saya anggap sebagai pahlawan kesehatan masa kini. Karena dengan sumbangsih ide dan gagasan beliaulah, membantu para ibu & bayi dapat terlindungi dan terselamatkan dari kelalaian pemeriksaan pasca melahirkan. S ahabat saya bernama Dwi Yuniarti, bekerja sebagai Bidan Honorer Rumah Bersalin di salah satu Puskesmas di bilangan Jakarta Utara. Berbekal pengalaman beliau di lapangan dengan begitu banyaknya data para ibu yang tidak melakukan kontrol ulang pasca melahirkan hingga wilayah tempat ia bekerja menyumbangkan dua orang yang meninggal dikarenakan faktor kelalaian dan keengganan untuk melakukan pemeriksaan ulang berkala pasca melahirkan. Tahukah, Angka Kematian

Connect Membangun Ekonomi Digital Indonesia Melalui Kolaborasi dan Inovasi

Connect 2019 sukses diadakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 30-31 Oktober 2019. Mengambil tema "Empowering Indonesia's Digital Economy Through Innovation & Collaboration"  menyajikan konferensi, talkshow, sesi business matchmaking dan pameran teknologi.  Event ini menjadi ajang  konferensi dan eksibisi untuk mempertemukan para pelaku ekonomi digital mulai dari e-commerce, umkm, startup digital, pemasar hingga perusahaan untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam membangun masa depan digital Indonesia. Diselenggarakan oleh Traya selaku penyelenggara pameran bersama Kitatama, selaku event management yang fokus pada konferensi teknologi dan trasnformasi digital.  Melalui Bloggercrony sebagai event partner dari acara ini, saya berkesempatan mendapatkan undangan untuk menghadiri acara CONNECT 2019 di hari ke-2. Bloggercrony merupakan wadah komunitas blogger untuk berbagi kreatifitas tulisan, memperluas jaringan antar blogger dan meningkatkan kapasitas para bl

LOF Plants & Kitchen, Cafe Indoor Plant Yang Instagrammable

Menikmati segelas teh manis dingin bersama kudapan ringan diantara berbagai koleksi tanaman-tanaman hias, pastinya akan membuat suasana hati jadi lebih betah dan nyaman. Inilah salah satu yang ditawarkan dari cafe LOF Plants & Kitchen yang menjadi hits karena beragam koleksi tanaman hiasnya yang instagramable. Hmm, bikin penasaran ya😏. Untuk menjawab rasa penasaran, saya mengunjungi dan mencicip satu menu makan disini. Dan berikut ini adalah ulasan tentang LOF Plants & Kitchen. Silahkan di simak ya 😉, siapa tahu bisa jadi referensi untuk hangout bareng teman-teman. Suasana & Konsep Cafe Berbincang dengan Mba Sania yang juga membantu mengelola kafe ini. Bercerita bahwa awal sebelum cafe ini berjalan, hanyalah sebuah toko yang menjual berbagai jenis tanaman hias. Hingga sekitar tahun 2017 dikembangkan dengan menghadirkan sebuah cafe di dalam toko. Pengunjung tidak hanya dapat membeli tanaman, tapi juga bisa bersantai menikmati menu-menu yang ditawarkan disini.

[Review] Perawatan Navagreen Natural Facial & Red Bio Light Therapy

Perawatan  wajah bagi para wanita memang menjadi suatu hal yang lumrah dan wajib. Demi mendapatkan wajah yang bersih dan kinclong, para wanita rela mengocek uang ratusan ribu bahkan hingga jutaan untuk mendapatkan perawatan wajah yang diinginkan. Para wanita biasanya melakukan perawatan wajah di salon kecantikan wanita atau klinik kecantikan. Kalau saya pribadi sebenarnya jarang sekali melakukan perawatan wajah, apalagi di klinik Skin Care, belum pernah sama sekali. Mungkin sudah lebih dari 5 tahun tidak melakukan perawatan facial di salon. Sebab pernah trauma perawatan di salon kecantikan yang menyebabkan timbul jerawat batu. Akhirnya saya memilih perawatan wajah dengan melakukan sendiri di rumah meskipun hasilnya pasti kurang maksimal. Alhamdulillah, Mei lalu, saya mendapatkan voucher perawatan wajah Navagreen sebesar Rp 120.000,- Berhubung expired-nya tanggal 14 Juni 2019. Jadi saya gunakan di tanggal yang sama. Navagreen adalah pusat perawatan kecantikan kulit wajah. Dan Ok

Yuk Ladies, Tinggalkan Kebiasaan Mencukur dan Beralih ke Veet Hair Removal Cream

Setiap wanita pasti  menginginkan kulit yang mulus dan bersih tanpa bulu. Bagi kaum hawa, tumbuhnya bulu pada area tubuh tertentu seperti kaki, tangan dan ketiak terkadang membuat wanita menjadi kurang percaya diri. Saya sebelum berhijab  pernah punya pengalaman kurang percaya diri karena masalah bulu yang berada di area kaki. Sebenarnya bulu yang ada di area kaki saya masih normal dan tidak tebal. Tapi karena kesalahan saya yang waktu itu mengikuti kebiasaan teman mencukur bulu kaki. Akibatnya berdampak yang kurang baik pada pertumbuhan bulu dan permukaan kulit yang menjadi kasar setelah mencukur karena alat cukur hanya memangkas bulu bukan mengangkat bulu hingga ke akar. Selain itu timbul iritasi kulit menjadi kemerahan yang disebabkan oleh alat cukur.  Semenjak itu, saya berhenti shaving dan Alhamdulillah, pertumbuhan bulu lambat laun kembali halus dan merata, meski masih terlihat bulu yang sedikit tebal di area bawah kaki.  Meskipun saat ini saya telah berhijab. Namun, perawatan

Pesona Pesiar Orang Utan di Tanjung Puting (Part 2)

cerita sebelumnya ada di →  Part 1 CAMP LEAKEY Selepas dari Pondok Tanggui, kapal melaju ke camp terakhir yaitu Camp Leakey. Menjadi zona pemanfaatan khusus untuk Orangutan yang telah liar dan semi liar.  Didirikan tahun 1971 menjadi pusat rehabilitasi dan pusat penelitian baik dalam maupun luar negeri berkenaan dengan Orangutan dan ekosistem di Tanjung Puting.  Melewati jembatan panjang menjadi awal trekking masuk ke pintu camp.  Biasanya, dijumpai sekumpulan kera ekor panjang di pinggir jembatan tengah menunggu pengunjung yang iseng memberi makanan. Di camp terdapat rumah bekas Prof. Gladikas yang sudah kosong, pendiri Camp Leakey. Carolyn Townson Information Center yang mendokumentasikan dan memberikan informasi mengenai habitat Orangutan di Tanjung Puting. Disinilah, dapat mengetahui pohon keturunan dari Orangutan yang hidup di Camp Leakey. Uniknya nama-nama dari tiap keturunan akan mengikuti huruf awalan dari induk asalnya. Sesekali, saya menjumpai beberapa ekor babi h