Skip to main content

10 Cara Jitu Menghargai Makanan Agar Tidak Terbuag Sia-sia

Sudahkah kita menghabiskan makanan yang di makan hari ini?. Atau jangan-jangan masih menyisakan makanan yang kita konsumsi kemarin, lalu membuangnya daripada di daur ulang ataupun di makan kembali?

Makanan: kita memakannya, menikmatinya, tapi juga menyia-nyiakannya

Sadarkah perilaku konsumtif yang kita lakukan dapat membuat sampah makanan semakin meningkat. Indonesia sudah berpredikat sebagai negara produsen food waste terbesar kedua di dunia (Food Sustainability Index 2018). Badan Pangan PBB (FAO) menyebutkan sampah pangan di Indonesia mencapai 13 juta ton setiap tahun yang setara dengan memberi makan sekitar 28 juta penduduk atau 11% populasi di Indonesia. Sementara itu, pembusukan sampah makanan menghasilkan gas metan, sumber emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Berarti, kita berkontribusi pada perubahan iklim akibat perilaku konsumtif yang buruk. 

Semuanya adalah akumulasi kontribusi diri kita sebagai penyampah selama bertahun-tahun. Peliknya pengelolaan sampah pangan tidak serta merta menjadi tanggung jawab pemerintah maupun stakeholder terkait, melainkan harus dimulai dari diri sendiri menyadari bahwa sampahku adalah tanggung jawabku. Sehingga kita dapat disiplin meminimalisir sampah makanan yang kita dihasilkan. 

Beralih ke gaya hidup minim sampah makanan memang susah-susah gampang, tapi hasilnya menyenangkan. Tonton sebentar yuk video kartun singkat dibawah ini.

Apakah kita bisa melakukan hal sederhana seperti yang dilakukan dua larva tersebut? Ya, tentu saja bisa!. Asalkan mau merubah pola pikir, kebiasaan dan perilaku. Gaya hidup minim sampah makanan adalah kontribusi kecil kita bantu selamatkan bumi. Apa yang dibawah  ini, bisa dilakukan oleh siapapun 🙂

1) Belanja cerdas dan tepat

Kebanyakan orang cenderung membeli lebih banyak makanan daripada yang dibutuhkan. Padahal metode belanja ini dapat menyebabkan lebih banyak food waste. Cara untuk meminimalisir  sekaligus menghemat uang adalah dengan belanja cerdas dan tepat. Apa yang bisa dilakukan?

  • Belanja di toko terdekat rumah. Belanja setiap beberapa hari sekali lebih baik daripada membeli makanan secara massal sekali seminggu. Selain mendukung usaha kecil di lingkungan sekitar, cara ini dapat mencegah membeli terlalu banyak makanan. 
  • Buat daftar belanja prioritas sesuai budget, dan patuhi daftar yang dibuat!. Ini membantu menghindari terjadinya pembelian impulsif (impulsive buying)
  • Pastikan semua bahan makanan yang ada dirumah sudah digunakan, sebelum belanja dalam jumlah banyak agar tidak menjadi calon sumber sampah. 
  • Belanja di toko grosir atau pasar. Membeli bahan pangan dalam jumlah besar lebih baik di toko grosir atau pasar ketimbang supermarket. Selain minim konsumsi plastik, ini membantu mencegah lapar mata dan hanya membeli yang dibutuhkan saja. 

2) Dijadikan kaldu alami

Menyiapkan masakan selalu meninggalkan sisa-sisa bahan makanan. Jangan buru-buru dibuang!. Kita dapat mengolahnya menjadi kaldu yang lezat. Simpan sisa bahan sayuran di freezer menggunakan kantong silicon atau wadah kaca yang dapat digunakan kembali. Sisa potongan sayuran berupa bawang bombay, bawang putih, jamur, tomat, kentang, wortel, herba, seledri, daun bawang, adalah cocok dijadikan kaldu sayuran yang beraroma. Hindari jenis sayuran kubis-kubisan dan sayuran berpati, karena dapat membuat rasa kaldu menjadi pahit. Kaldu sayuran ramah di konsumsi segala umur karena memiliki lemak lebih rendah.

Cara pembuatannya mudah dengan proses perebusan yang singkat. Selain sisa sayuran, manfaatkan juga kulit ayam, tulang ayam dan tulang daging untuk dibuat kaldu yang gurih. Simpan stok kaldu di kulkas bertahan sampai satu minggu atau bekukan di freezer awet hingga tiga bulan

3) Simpan makanan ala FIFO

Metode FIFO (First in First out) banyak digunakan di restoran dan perusahaan makanan untuk mengurangi food waste. Kita bisa menggunakan sistem ini untuk mengatur penyimpanan makanan dirumah. Metode FIFO yang berarti “masuk pertama, keluar pertama”, memiliki pengertian makanan yang pertama kali masuk adalah makanan yang keluar pertama kali untuk dikonsumsi. Praktiknya mudah yaitu menempatkan produk/makanan yang baru di beli di urutan terakhir dalam kulkas atau lemari dapur, sehingga akan memindahkan stok yang ada ke bagian depan. Misalnya menyimpan makanan kaleng siap saji, pastikan kaleng yang paling mendekati tanggal kadaluarsa berada di barisan depan dan digunakan dahulu. Metode FIFO memudahkan mengindetifikasi makanan yang siap dikonsumsi sehingga dapat menghindari terjadinya pembusukan atau kadaluarsa makanan. 

4) Cintai kulitnya

Tahukah bahwa kulit buah dan sayuran merupakan bagian tanaman yang paling kaya nutrisi begitupun pada kulit ayam?. Sayangnya, orang sering meremehkan kulit buah, sayuran dan kulit ayam saat menyiapkan makanan. Buah dan sayuran yang tidak dikupas mengandung lebih banyak vitamin, mineral, antioksidan dan serat dibandingkan yang dikupas. Contohnya, kulit apel mengandung senyawa triterpenoid yang bermanfaat sebagai antioksidan dan mencegah penyebaran sel kanker. Pada kulit ayam terkandung vitamin A, vitamin B, protein, lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan kesehatan jantung, sebagai sumber antioksidan dan selenium tinggi.

Selain dimakan, kulit buah dan sayuran bisa dijadikan campuran smoothies untuk meningkatkan nutrisinya. Beberapa kulit buah seperti kulit jeruk, apel, mentimun sangat bagus ditambahkan pada segelas air untuk memberikan rasa segar. 

Mulai dari sekarang, jangan buang kulitnya. Konsumsi kulit ayam baik untuk kesehatan asal tidak berlebihan. Kulit buah dan sayuran seperti kentang, wortel, mentimun, apel, jeruk, kiwi, mangga, pisang dan terong bisa dimakan dan bergizi. Makan kulit tidak hanya enak, tapi juga ekonomis dan mengurangi sampah makanan. 

5) Cintai buah & sayuran “buruk rupa”

Tahukah buah dan sayuran yang tampilannya tidak sempurna masih bisa di makan?. Kebiasaan membedakan buah dan sayuran dari tampilannya, lalu membuang yang jelek adalah tidak baik, karena turut menyumbang kerusakan lingkungan. Meski tampilan buah dan sayuran “buruk rupa”, bukan berarti tidak layak dikonsumsi, kandungan gizi tetap sama dengan makanan sejenisnya. Kita dapat memanfaatkannya menjadi smoothies, jus atau olahan makanan penutup. Rasanya dijamin sama enaknya kok!. Membeli buah dan sayuran “buruk rupa” selain harganya lebih ekonomis juga membantu mengurangi sampah pangan. 

6) Dijadikan kompos

Sampah sisa makanan yang tidak digunakan dapat di daur ulang dengan cara pengomposan yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk bernutrisi bagi tanaman. Kalau saya pribadi, sampah organik cukup dikubur dalam tanah atau sisa bahan makanan ditebarkan diatas permukaan tanah tanaman dan dibiarkan membusuk alami. Apabila memiliki lahan terbatas dan indoor, bisa lakukan cara pengomposan seperti worm bin (vermicomposting), gerabah (komposter pot), komposter drum atau ember, dan takakura. 

7) Dijadikan eco-enzyme

Enzim sampah atau yang dikenal dengan eco-enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik. Limbah organik dari sayuran dan kulit buah diolah menjadi cairan pembersih alami serbaguna yang bermanfaat untuk rumah tangga. Eco enzyme mengandung asam asetat yang dapat membunuh kuman, virus dan bakteri. Bagi tanaman berfungsi sebagai pestisida alami. Praktik pembuatannya  mudah dan bisa dibuat sendiri. 

Diolah dengan mencampurkan limbah dasar organik dengan larutan gula aren dan air. Diendapkan selama 100 hari di dalam wadah. Fermentasi akan menghasilkan cairan kental berwarna kecoklatan. Untuk penggunaannya, saring cairan dan tambahkan air secukupnya. Cairan bisa digunakan sebagai hand sanitizer, disinfektan pembersih permukaan, dan bisa dipakai mencuci buah dan sayuran. Memanfaatkan eco-enzyme meminimalisir sampah makanan sekaligus menghemat pengeluaran perawatan rumah tangga. 

8) Amankan (AMbil, makAN, habisKAN) + bawa reusable container

Baik makan di rumah, di restoran, di undangan acara, dimanapun, Amankan setiap porsi makanan yang dikonsumsi agar tidak terbuang sia-sia. Bagaimana caranya:

  • Ambil, kontrol porsi makanan dan ambil secukupnya tidak berlebihan
  • Makan, makanan yang diambil segera di makan, mulailah makan dari porsi kecil dahulu 
  • Habiskan, biasakan habiskan makanan yang sudah diambil

Lantas bagaimana saat bepergian dan tidak menghabiskan porsi makanan?. Solusinya: Amankan dengan membiasakan membawa reusable container untuk menyimpan sisa makanan yang kita hasilkan dan bawa pulang!. Lanjut dimakan dirumah atau disimpan di kulkas. Tidak perlu malu melakukan kebiasaan ini! Kita berkontribusi membantu mengurangi sampah makanan di tempat makan. 

9) Atur menu dengan meal prep

Meal preparation (meal prep) adalah cara mudah untuk menghemat pengeluaran sekaligus menghindari pemborosan makanan. Kita dapat mengatur dan mempersiapkan menu secara mingguan sesuai dengan porsi-porsi yang dibutuhkan. Ada dua cara yang dapat dipilih dalam meal prep yaitu:

  • Buat perencanaan makanan dahulu, lalu memeriksa persediaan bahan yang ada. Cara ini memudahkan membuat daftar belanjaan membeli persediaan bahan yang belum dimiliki untuk kebutuhan menu makanan
  • Memeriksa persediaan bahan dahulu, lalu membuat perencanaan makananCara ini menantang kita untuk kreatif membuat menu makanan menggunakan sebanyak mungkin persediaan bahan yang ada. 

Setiap porsi meal prep ditempatkan dalam wadah makanan berkualitas dan disimpan di kulkas atau dibekukan di freezer. Dikeluarkan saat akan dikonsumsi dengan proses masak yang lebih singkat dan praktis. Berikan label  pada wadah berisi tanggal pembuatan dan perkiraan kadaluarsa. 

10) Saling berbagi

Ada petikan hadis yang sangat menyentuh dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: “makanan dua orang cukup untuk tiga dan makanan untuk tiga orang mencukupi untuk empat orang”. Saling berbagi dalam hal makanan walaupun sedikit, akan terasa cukup dan ada keberkahan di dalamnya, baik pemberi maupun penerima merasakan kebahagiaan

ilustrasi gambar: freepik
Tengok tetangga kanan-kiri kita apakah sedang membutuhkan makanan atau para dhuafa yang kita temui dijalanan. Seperti diketahui index kelaparan di Indonesia masih berada di tingkat  serius. Menurut data International Food Policy Research Institute (IFPRI) mengungkapkan sekitar 22 juta penduduk Indonesia mengalami kelaparan kronis. Setidaknya ini membuat kita merenung dan berpikir dua kali sebelum membuang makanan dengan percuma. 

Sampah makanan menjadi tanggung jawab bersama. Selalu terapkan 3R (reduce, reuse, dan recycle) sampah makanan yang kita hasilkan. Kita semua bisa menerapkan gaya hidup minim sampah makanan, dengan ide-ide sederhana dan pola perilaku yang lebih baik minimal pada cara kita berbelanja, mengonsumsi, dan memasak. Selain menghemat uang dan waktu, kita turut membantu menciptakan lingkungan bebas sampah makanan dengan melakukan perubahan yang positif untuk kelestarian lingkungan dan sumber daya di bumi.🍀

Comments

  1. Saya lagi belajar menyimpan makanan ala food prep tapi sepertinya akan lebih bagus kalau pakai teknik fifo juga ya. Biar engga kelamaan juga disimpan di kulkasnya

    ReplyDelete
  2. saya sangat setuju dengan kutipan : "Saling berbagi dalam hal makanan walaupun sedikit, akan terasa cukup dan ada keberkahan di dalamnya, baik pemberi maupun penerima merasakan kebahagiaan."
    Meski tidak banyak namun jika berkah akan terasa cukup :)

    ReplyDelete

Post a Comment