Skip to main content

Dukung Ekowisata, Jadilah Ecotraveler, Lestarikan Kenekaragaman Wisata Alam Indonesia


pasar terapung Lok Baintan (foto pribadi)

Setiap kita punya cara tersendiri membuktikan rasa cinta kepada tanah air sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada. Komunitas traveling bernama “Indonesia Roadtrip” hanyalah sedikit kontribusi yang bisa saya lakukan untuk mengenalkan kekayaan wisata yang ada di Indonesia. Sejak diluncurkan tahun 2012 yang berbasis di kota Depok, Jawa Barat, awalnya hanya diperuntukkan untuk kegiatan adventure seperti rafting, hiking, caving dan ekowisata alam, namun seiring semakin bertambahnya teman traveler yang bergabung dari berbagai latar dan usia, dan banyak masukan dari teman-teman,  Indoroadtrip berkembang ke beragam jenis wisata di Indonesia. 

Seringkali saya ditanya oleh teman komunitas untuk membuka traveling ke luar negeri. Jawaban saya bisa dibilang agak idealis. Saya ingin konsisten hanya untuk wisata Indonesia saja. Mempermudah teman traveler untuk berkumpul, bertukar pengalaman, dan traveling bersama dengan biaya yang ringan. Sumber wisata di Indonesia itu melimpah dan beragam, mulai dari wisata alam, wisata seni & budaya, wisata kuliner, wisata rekreasi dan wisata petualangan. Di kutip dari Wikipedia saja, tercatat ada 962 tempat pariwisata di Indonesia. Sementara, banyak destinasi terutama di luar Pulau Jawa yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk menjelajahinya. Selain itu, dengan berwisata dalam negeri, setidaknya dapat membantu memberikan pendapatan kepada para pelaku industri pariwisata di daerah, khususnya masyarakat lokal. 
sumber: dokpri & Indonesia Roadtrip
Sebaliknya, diantara tujuan utama adalah saya ingin mengundang orang luar negeri yang datang  dan berwisata di sini. At least, mengajak orang-orang expat yang kerja/study di Jabodetabek. Sederhana saja, semakin mereka banyak tahu tentang wisata Indonesia dari teman-teman traveler di komunitas, maka semakin besar kemungkinan minat mereka untuk berwisata ke tempat-tempat yang baru di Indonesia. Dengan segala keunikan yang dimiliki wisata  Indonesia, membuat saya bangga untuk memperlihatkan kepada mereka. 

Saya ingat dengan seorang teman turis asing yang ikut traveling ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Waktu itu, saya posting di media komunitas global, ada sekitar 6 expat di Jakarta yang bergabung, salah satunya Kristalyn dari Hawaii, Amerika. Dia mengatakan kepada saya, kalau ke pantai dia sudah biasa karena di Hawaii banyak pantai, dan dia khusus ikut ke Way Kambas karena ingin melihat gajah, sebab di kotanya tidak ada gajah. 
Taman Nasional way kambas
Safari Gajah Way Kambas - Lampung (dokumen pribadi)
Saya speachless sewaktu Kristalyn mengatakan ini, antara bangga dan excited juga, ngga sabar pengin menunjukkan konservasi gajah di Way Kambas. Buat kita orang Indonesia, melihat gajah adalah hal yang biasa. Tapi buat Kristalyn, ini pengalaman yang luar biasa, dia dan expat lainnya menghabiskan waktu tiga jam, mulai dari ikut safari bersama ranger ke hutan sampai ikut memandikan gajah. Diharapkan Kristalyn ataupun teman asing lainnya akan menceritakan pengalaman seru dan menyenangkan mereka selama berwisata, dan ekowisata di Indonesia bisa semakin dikenal dan dikagumi oleh negara lain. 

Kegiatan ekowisata atau ecotourism memang sudah menjadi minat saya dari sebelum didirikannya komunitas ini. Ekowisata Indonesia itu indah banget, banyak kejutan di dalamnya, kaya akan keanekaragaman flora dan fauna, lebih membumi, dan mengajak kita menyelami budaya masyarakat lokal. Sangat membanggakan, kini telah banyak tempat ekowisata di Indonesia yang terkenal dan telah mendunia. 

Di masa pandemi Covid-19, wisata alam atau ekowisata dianggap sebagai pilihan tepat untuk berwisata, dimana wisatawan dapat berinteraksi dengan alam liar dalam kelompok kecil. Ekowisata mendorong wisatawan untuk membantu melindungi lingkungan dan berkontribusi pada komunitas lokal pada tingkat yang jauh lebih dalam daripada wisatawan yang hanya melewati tur biasa. 

Ekowisata adalah salah satu jenis keragaman wisata di Indonesia. Nah, saya akan berbagi pengalaman, mengenalkan ekowisata yang dianggap penting dalam memelihara keanekaragaman yang ada di Indonesia, berikut bagaimana seharusnya traveling yang ramah lingkungan itu. Mari merapat temans ๐Ÿ™‚

ECOTOURISM UNTUK KEANEKARAGAMAN HAYATI

Indonesia memiliki ekosistem alam yang lestari. Ekosistem alami terdiri dari bentangan lebih dari 900 miliar meter persegi hutan hujan tropis dan lautan sekitar 3 miliar meter persegi.  Ekosistem tersebut memiliki habitat kurang lebih 12% populasi mamalia, 16% reptil dan amfibi, 17% burung dan 25% populasi ikan dunia. Bayangkan, seperempat ikan dunia ada di laut Indonesia!

Ekosistem alam tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Sedangkan untuk keanekaragaman mamalia, Indonesia menempati urutan pertama. Inilah yang membuat Indonesia menjadi tempat paling populer untuk dijelajahi oleh turis dunia. Wisata alam Indonesia menjamin memberikan petualangan baik di perairan maupun di daratan, akan menakjubkan. 

Pariwisata sangat erat kaitannya dengan keanekaragaman hayati. Keberhasilan pariwisata bergantung pada ekosistem yang sehat. Sebagian besar kegiatan pariwisata di Indonesia didasarkan pada potensi yang disediakan oleh ekosistem. Wisata alam yang dihadirkan oleh ekosistem merupakan keseluruhan potensi yang menjadi daya tarik mencakup flora dan fauna, keunikan ekosistem, gejala alam, dan budi daya sumber daya alam. Kegiatan pariwisata yang didukung dengan konsep keberlanjutan (suistanable) atau ramah lingkungan, maka dapat bersinergi dengan program-program lingkungan 

Mengutip penjelasan dari Wikipedia, Ekowisata atau eco-tourism merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi, masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran & pendidikan. 

Saat ini Indonesia terus berupaya mengembangkan ekowisata sebagai salah satu cara untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.  Ekowisata telah dipromosikan di banyak daerah di seluruh Indonesia sebagai salah satu cara untuk melindungi hutan hujan serta membantu masyarakat memperoleh sumber pendapatan alternatif untuk pembangunan berkelanjutan.

Ekowisata dipromosikan sebagai tanggapan atas tingginya permintaan industri pariwisata berkelanjutan.  Ini menyangkut  dua aspek yaitu pasar dan tujuan.  Aspek pasar adalah untuk meningkatkan perekonomian rakyat sedangkan tujuannya adalah untuk melestarikan tempat wisata dan lingkungan sekitarnya.

sumber: YouTube Kemenparekraf
Sebagaimana program terbaru yang dikeluarkan Kemenparekraf yaitu program 10 Bali Baru (New Bali), termasuk 5 destinasi super prioritas yang diharapkan tak hanya menjadi daya tarik wisatawan saja, tetapi juga menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan warga lokal. 

Selain itu, Kemenparekraf melalui ajang Indonesia Suistanable Tourism Awards (ISTA) sebagai bentuk apreasiasi dan penghargaan terhadap destinasi wisata yang telah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Sehingga nantinya, para pemenang ISTA dapat diajukan ke ajang penghargaan yang serupa di tingkat yang lebih tinggi. 

Sementara, banyak organisasi konservasi maupun komunitas lokal yang bergerak di bidang konservasi melihat pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu potensi terbesar untuk menghubungkan program perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup dengan dampaknya pada pembangunan ekonomi. Sehingga kini, banyak tempat-tempat wisata alam beralih menjadi ekowisata. 
Manfaat ekowisata
sumber: dokumen pribadi
Ekowisata memang dianggap sebagai alat yang potensial untuk pengembangan program konservasi. Dengan menciptakan nilai bagi ekosistem, spesies flora fauna, keajaiban gejala alam, ataupun keunikan landscape. Berdasarkan tempat-tempat ekowisata yang pernah saya kunjungi, sebenarnya ada banyak manfaat yang didapat dari penerapan  ecotourism yaitu:

1. Financial

Ekowisata membantu menghasilkan pendapatan/dana yang dibutuhkan bagi taman nasional dan kawasan konservasi untuk membiayai perlindungan dan pelestarian spesies langka, serta sumber daya alam lainnya. 

2. Awareness. 

Semakin banyak destinasi alam di Indonesia yang beralih ke pariwisata berkelanjutan, maka akan meningkatkan kesadaran dan membantu mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan berwisata tanpa merusak alam. 

3. Design

Ekowisata tidak dapat berhasil tanpa keberadaan lingkungan hidup. Ekowisata merancang program perlindungan dan pelestarian lingkungan agar menjaga ekosistem tetap sehat, contohnya saja Taman Nasional Komodo menutup kunjungan  wisata sejak 26 Oktober 2020  hingga 30 Juni 2021, guna memulihkan kawasan konservasi dan penataan pembangunan sarana prasarana wisata alam.

4. Livehood

Kegiatan ekowisata melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal. Dengan demikian, tersedianya lapangan pekerjaan, pendapatan bagi masyarakat lokal, bahkan bisa sebagai penawaran alternatif mata pencaharian bagi pelaku perusakan sumber daya alam.

5. Promote

Ekowisata menjaga keanekaragaman hayati dengan mengedukasi dan mempromosikan keanekaragaman alam, sosial dan budaya secara lengkap dan bertanggung jawab kepada wisatawan. 

6) Minimize 

Ekowisata dapat meminimalkan konsumsi sumber daya yang berlebihan. Hal ini dapat menghindari dan menekan biaya pemulihan kerusakan lingkungan jangka panjang.

EKOWISATA INDONESIA YANG TELAH MENDUNIA

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki keajaiban flora dan fauna yang luar biasa beragam, keunikan gejala alam yang menakjubkan, lanskap pegunungan yang mengagumkan. Destinasi-destinasi wisata teratas bahkan telah mendunia dan menjadi favorit wisatawan 

Ditambah peran Kemenparekraf melalui program Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia” sebagai media kampanye dan promosi tempat wisata di Indonesia guna mendatangkan lebih banyak lagi kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri. 

Selain dapat menjelajahi pemandangan alam tropis Indonesia yang menawan, mengunjungi taman nasional maupun kawasan konservasi berarti turut berkontribusi terhadap program lingkungan hidup. Di bawah ini hanyalah beberapa dari destinasi ekowisata di Indonesia yang terkenal dan telah mendunia:

Taman Nasional Komodo

Siapa yang tidak mengenal Pulau Komodo, destinasi favorit wisatawan penjuru dunia yang wajib untuk dikunjungi saat berpetualang di Indonesia. Terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Komodo merupakan Situs Warisan Alam Dunia UNESCO yang termasuk dalam 10 Destinasi Terbaik Dunia versi National Geographic (2017). #Indonesiabikinbangga, satu-satunya tempat untuk melihat habitat asli Komodo, reptile purba terbesar di dunia. 
Pulau Komodo
sumber: dokpri & Indonesia roadtrip
Tiga pulau cantik membentuk taman nasional ini yaitu Pulau Komodo, Padar, dan Rinca. Satwa liar hidup berdampingan, bila mendaki ke puncak Pulau Padar, suguhan pemandangan tiga teluk yang sangat indah akan memanjakan mata. Pantai berpasir termasuk Pink Beach atau Pantai Merah yang terkenal unik. Jika ingin pengalaman belajar tentang cara hidup tradisional penduduk lokal, ada Pulau Mesa yang dihuni “Orang Laut” atau “Sea Gipsy” sebutan bagi Suku Bajau. Bosan dengan pantai, jelajahi surga bawah laut, ada 260 jenis terumbu karang dan 1.000 spesies ikan. Perairan Pulau Komodo termasuk tempat menyelam dan snorkeling terbaik di dunia!

Kawah Ijen

Keajaiban alam munculnya fenomena api biru atau biasa disebut “blue fire” yang ada di Islandia, ternyata Indonesia juga punya lho, tepatnya di Kawah Ijen, Malang-Jawa Timur. Hanya dua negara ini yang memiliki api biru di dunia. Keren banget  Indonesia!
Api biru Kawah Ijen
sumber: dokumentasi pribadi
Gunung Ijen dianugerahi sumber belerang yang melimpah, endapan belerang yang terbakar menciptakan pesona lava biru elektrik alias “api biru” yang menakjubkan, dan hanya dapat dilihat saat gelap. Butuh ekstra tenaga kalau ingin melihat langsung api biru ke dasar kawah dan perlu masker khusus untuk melindungi dari bau belerang yang sangat menyengat, atau cukup lihat saja dari atas kawah. Menunggu hingga matahari terbit, Kawah Ijen akan memperlihatkan danau asam berwarna hijau tosca yang sangat cantik. Panorama pemandangan sekitar puncak gunung Ijen, tampak dari jauh dapat melihat pucuk kerucut Merapi dan Raung. Disini kita juga akan menyaksikan aktivitas para penambang yang membawa bongkahan belerang dalam keranjang , berjalan kaki mulai dari dasar kawah hingga ke basecamp. 

Taman Nasional Kelimutu

Danau Kelimutu sering disebut “Danau Tiga Warna”. Julukan ini diberikan karena memiliki tiga danau kawah dengan warna air berbeda yakni merah disebut Tiwu Ata Polo, biru disebut Tiwu Ata Mbupu, dan putih bernama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai. Uniknya, warna air danau dapat berubah sendiri tanpa ada yang dapat memprediksi kapan dan warna apa yang akan muncul. Danau menakjubkan yang ada di Pulau Flores, tepatnya di Desa Moni ini, adalah salah satu dari 9 keajaiban alam dunia.  

Menurut para ahli, warna danau yang berubah-ubah diduga karena perubahan kandungan mineral air, lumut dan bebatuan di dalam kawah. Tapi lain halnya bagi penduduk lokal yang menganggapnya sebagai danau keramat, tempat bersemayam roh yang telah meninggal. Selain danau, mengunjungi Desa Adat Orang Lio dan mengenal tradisi pembuatan Ikat, tenun tradisional yang dibuat dengan pewarna alami, akan memberikan pengalaman petualangan lebih berkesan

Taman Nasional Tanjung Puting 

Turis asing yang datang ke taman nasional ini jumlahnya bisa mencapai tiga kali lipat dari turis domestik setiap bulannya. Sensasi adventure di alam liar bak hutan amazon, hanya untuk bertemu langsung dengan Orangutan, satwa endemik asli Indonesia. Tanjung Puting adalah tempat konservasi orangutan terbesar dan terluas di dunia.

Tanjung puting
sumber: dokumen pribadi

Tidak sekedar rumah bagi orangutan, alasan wisatawan datang ke taman nasional ini karena kaya aneka ragam flora dan fauna endemik. Menggunakan klotok tradisional menyusuri Sungai Sekonyer, mendengar nyanyian dari suara-suara hewan di hutan, berjumpa dengan sekawanan bekantan di pepohonan. Trekking menuju pondok feeding station orangutan, temukan ragam flora endemik seperti kantung semar, ulin, lumut daun, pakis. Menyapa satwa liar lainnya seperti babi hutan, beruang madu, landak, dan monyet ekor panjang. Nikmati malam syahdu di bawah langit berbintang dan ditemani cahaya kunang-kunang.  

>>Baca yuk: Wisata Pesiar Orang Utan di Tanjung Puting

Gunung Bromo

Gunung yang memiliki ketinggian 2.393 mdpl ini, merupakan gunung paling ikonik dan paling banyak di daki di Indonesia. Bromo terkenal dengan landscape yang luar biasa menakjubkan, hingga banyak terpajang di majalah-majalah travel internasional. 
Gunung Bromo Malang
sumber: dokumen pribadi
Disni juga tempat terbaik untuk melihat panorama matahari terbit๐ŸŒ„yang spektakuler. Komplek gunung yang membentang dikeliling lautan pasir vulkanik, sehingga menjelajahinya harus menggunakan jeep 4WD bersama pemandu lokal. Kalau malas trekking jalan kaki menuju kawah bromo, bisa menunggangi kuda poni melintasi lereng berpasir, nikmati bersantai di savana padang rumput bukit Teletubbies, menginap di rumah  penduduk Tengger yang lekat dengan tradisi, ritual dan adat kuno. 

Taman Nasional Gunung Rinjani

Siapa sangka, tempat wisata di Pulau Lombok ini mampu menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya. Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini memiliki ketinggian 3.726 mdpl dengan medan daki yang curam dan terbilang cukup sulit, meski begitu menjadi incaran pecinta hiking lokal dan mancanegara untuk menaklukkannya. 
Gunung rinjani
sumber: dokumen pribadi
Sepadan dengan perjuangan menaklukkan Rinjani, pendaki dibuat jatuh hati dengan pemandangan landscape yang indah, hutan savannah yang hijau, bukit-bukit yang hijau kekuningan, hutan cemara berjejer di pegunungan, hingga bertemu si monyet ekor panjang di lereng gunung. Menunggu matahari terbit dari atas puncak adalah yang dinanti! Menuruni gunung menuju keindahan danau kaldera Segara Anak, airnya yang biru jernih dan sejuk. Daya tarik Rinjani memikat UNESCO untuk meresmikannya sebagai Geopark Global Dunia di tahun 2018.

Taman Laut Bunaken

Taman Nasional Bunaken, surga sejati bagi penyelam dan fotografer bawah laut. Bagaimana tidak! Cagar alam laut yang termasuk di lindungi di Indonesia ini, memiliki keajaiban bawah laut yang melimpah. Terletak di dekat pusat Segitiga Terumbu Karang, Bunaken adalah rumah habitat 390 spesies karang, sekitar 2000 spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut.  Taman ini bahkan diklaim memiliki 7x lebih banyak spesies karang daripada Hawai, dan lebih dari 70% dari semua spesies ikan yang ada di Samudera Pasifik. Pantas jika Bunaken dianugerahi penghargaan sebagai “Top Dive Destination in the World” oleh Dive Magazine (2017) . Sebagian besar situs menyelam juga sangat bagus untuk kegiatan snorkeling bagi yang tetap ingin menikmati keajaiban bawah laut dari kedalaman yang lebih dangkal.

Kepulauan Raja Ampat

Sejak Sejak menjadi distrik baru di tahun 2003, Raja Ampat menawarkan pesona yang berbeda dan menjadi impian para traveler untuk sekali seumur hidup datang ketempat ini.  Sepotong surga di Indonesia ini, terdiri lebih dari 1.500 pulau kecil termasuk lima pulau utamanya yaitu Misool, Batavia, Waigeo, Salawati, dan Kofiau. Perairan dihuni lebih dari 1.000 jenis ikan, 537 jenis karang dan 699 jenis moluska, menjadikannya lokasi menyelam terindah dan terkaya di dunia, dan pernah menyabet penghargaan sebagai The Best Scuba Diving Destination versi DIVE Magazine (2019).  Tidak mengherankan ya, kalau pengunjung terbanyak di Raja Ampat berasal dari turis asing. Beragam aktivitas dapat dilakukan di pulau Raja Ampat, mulai dari scuba diving, snorkeling, island hopping, wisata ke Pulau Paynemo yang menakjubkan, dan bermain kayak di perairan biru kristal. 


ECOTRAVELER, BERWISATA TANPA MERUSAK ALAM

Apa artinya berwisata terhadap lingkungan hidup kita? Dan ketika kita berbicara tentang lingkungan hidup, berarti tidak hanya sekedar memikirkan lingkungan alam saja, tetapi juga masyarakat, budaya dan ekonomi lokal. . Berwisata dengan tidak mengindahkan aturan dan larangan, dapat menimbulkan potensi ancaman bagi kawasan alami dan memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup yang sangat besar seperti polusi dan limbah yang dapat mengancam hilangnya habitat alami, erosi, peningkatan kerentanan terhadap kebakaran hutan, dan penipisan sumber daya alam lokal. 
Berwisata tanpa merusak alam
foto: :dokumen pribadi
Menjadi eco-traveler berarti harus siap berwisata tanpa merusak alam dengan prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan. Nah, sebelum berkunjung, jadilah traveler yang bertanggung jawab dan cerdas dengan memanfaatkan alam secara bijak untuk kesenangan, ilmu, inspirasi dan kesehatan, agar kita bisa menjadi pelancong yang lebih ramah lingkungan. Praktik berwisata yang bertanggung jawab akan berdampak pada lingkungan hidup dan keanekaragaman yang tetap terjaga, dengan cara:

1) Taat aturan yang berlaku.

Wisata alam seperti taman nasional, cagar alam dan kawasan konservasi menerapkan aturan yang lebih ketat guna memberikan kenyamanan, keselamatan dan keamanan bukan hanya untuk pengunjung, melainkan juga ragam hayati yang mendiami area tersebut. Seperti, mengambil jalur pendakian yang resmi agar tidak merusak alam, pastikan saat snorkeling atau menyelam tidak menyentuh karang. Jadi, patut kita hormati dan taati aturan untuk kepentingan bersama. 

2) Hindari plastik sekali pakai

Sangat disayangkan jika masih ada traveler yang membeli air minum botol kemasan plastik ataupun berbelanja oleh-oleh menggunakan kantong plastik. Padahal, lebih dari 1,2 juta ton sampah plastik yang ada di lautan Indonesia sebagian besar berasal dari limbah plastik sekali pakai yang berisiko besar termakan oleh hewan laut. Pastinya pernah mendengar ya tentang kasus kura-kura yang memakan plastik, sebab mengaburkan pandangannya kantong plastik menyerupai ubur-ubur, makanan mereka.
botol WatertoGo (foto pribadi)
Hayuk, minimalkan penggunaan sampah plastik saat berwisata dimana pun. Caranya mudah, cukup bawa botol air yang dapat digunakan kembali, gunakan sedotan stainless atau bambu, bawa wadah untuk kemas makanan, dan tas jinjing untuk belanja. Jika ragu dengan kualitas air di tempat wisata, gunakan botol air jenis WatertoGo yang punya filter untuk menyaring air minum. Diklaim bisa menghilangkan 99,9% kontaminasi mikrobiologis dalam air dan dapat diisi oleh non air asin manapun, sehingga aman untuk di minum.

3) Pakai produk ramah lingkungan

Kegiatan wisata alam tidak lepas dari pemakaian produk tubuh dan wajah, seperti krim tabir surya, sampo dan sabun. Kebanyakan produk ini masih mengandung bahan kimia bahaya yang bisa merusak ekosistem laut. Tabir surya yang mengandung oxybenzone dan octinoxate dapat mempercepat pemutihan terumbu karang. Sedangkan kandungan sabun dan sampo terdapat mikroplastik (mikrobeads) yang bisa tertelan oleh hewan laut.
sabun natural (foto pribadi)
foto: azarine cosmetic

Oleh karena itu, pastikan dahulu produk yang kita bawa saat berwisata alam sudah ramah lingkungan. Pilih tabir surya berlabel board spectrum, berbahan mineral seng oksida (zinc oxide) dan titanium dioksida (titanium dioxide). Alternatif lain, gunakan pakaian pelindung saat menyelam seperti pakaian selam, skinsuit, dan pelindung ruam. Jenis pakaian ini sama efektifnya dengan tabir surya. 

4) Buang sampah & human waste dengan tepat

Pengalaman saya ketika mendaki Rinjani dan berkemah di Plawangan Sembalun, dimana sulit menemukan tempat “buang jejak alami” karena area lereng banyak tisu bekas pakai berserakan, termasuk satu ruang kakus umum, tak luput dari tumpukan tisu toilet. 

Buang kotoran manusia yang tidak tepat, selain merugikan pendaki lainnya, juga merusak alam. Padahal jika dilakukan dengan tepat, dapat membantu menghindari pencemaran sumber air, meminimalkan kemungkinan penyebaran penyakit, dan memaksimalkan laju dekomposisi. Begini cara bertanggung jawab dengan “jejak alami” saat di hutan/gunung:
sumber gambar : survival sullivan /edit by me

  • Pilih lokasi berjarak 200 kaki atau 70 langkah dari sumber air atau tempat kemah
  • Untuk BAB, gali lubang sedalam 15-20 cm dan berdiameter 10-15 cm. Selesai BAB, tutupi dengan batu-batu atau vegetasi mati seperti daun dan dahan pohon
  • Untuk buang air kecil, lakukan di batu datar besar atau kerikil guna membantu menyebarkan urine. Cara lainnya dengan mengencerkan urine dengan semprotan air dari botol air untuk membantu meminimalkan efek negatif.
  • Jika tidak menggunakan tisu yang dapat terurai (biodegradable), cukup lipat tisu toilet bekas pakai, simpan dalam plastik ziplock atau kantong plastik yang dapat ditutup kembali, dan buang ke tempat sampah. 

Adapun hal lainnya yang perlu diperhatikan saat berkemah di gunung  yaitu:

  • Jika membawa makanan ringan, simpan bungkusnya, sisa makanan dan sampah lainnya sampai keluar dari jalur pendakian. Ini mencegah satwa liar mengais-ngais makanan. 
  • Jika menyalakan rokok, matikan puntungnya dengan benar, bungkus dan bawa. Ini untuk menghindari kebakaran yang tidak disengaja. 
  • Jika membawa buah dan sayuran yang bukan endemik di daerah tersebut, pastikan tidak meninggalkan benih apapun, karena dapat berdampak buruk bagi ekologi daerah tersebut.

5) Tidak menyebabkan kebakaran hutan di gunung

Perlu dicatat, bahwa beberapa pengelola taman nasional di gunung memberlakukan larangan menyalakan api unggun karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Jika mendaki di tempat yang panas dan kering, jangan menyalakan api kecuali ada lubang api. Kebakaran juga bisa di picu oleh puntung rokok yang dibuang begitu saja, terutama saat cuaca kering 

6) Tidak mengambil/memetik tanaman yang dilindungi

Jangan Petik Edelweis
Bunga Edelweis (Dokpri)
Banyak pendaki yang belum mengetahui bahwa Edelweis Jawa (Anaphalis Javanica) yang banyak di jumpai di berbagai pegunungan tinggi nusantara, termasuk kategori tanaman yang dilindungi. Keunikan tanaman langka ini memiliki waktu mekar yang lama hingga 10 tahun. Dengan demikian, bunga Edelweiss tidak boleh di petik secara sembarang jika tidak dimaksudkan untuk konservasi. Tindakan ini dapat dikenakan konsekuensi hukum Pasal 21 ayat 1 dan pasal 40 ayat 2 UU KSDAE dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.

7) Tidak menganggu atau mengambil satwa yang dilindungi

Menjaga dan melindungi fauna Indonesia dengan cara jangan menganggu, memberi makan, mendekati, apalagi menyentuh saat bertemu satwa liar. Interaksi yang dilakukan manusia dapat mempengaruhi perilaku hewan. Jangan pula mengeksploitasi satwa liar karena dapat memicu terjadinya perdagangan ilegal pada hewan langka. Jaga jarak adalah lebih baik untuk satwa dan keselamatan diri sendiri. Sementara, tindakan berburu atau membawa pulang satwa yang dilindungi dengan motif bukan untuk konservasi, dapat dikenakan pidana hukum sesuai pasal undang-undang yang berlaku. 

8) Kurangi polusi, hemat air dan energi

  • Pertimbangkan menginap di tempat yang dikelola langsung oleh masyarakat/komunitas lokal, atau hotel/hostel ramah lingkungan yang memanfaatkan energi terbarukan dan teknologi hemat air dan energi
  • Pilih kegiatan di tempat wisata yang tidak mengeluarkan banyak emisi karbon. Lakukan lebih banyak berjalan kaki, atau bersepeda, atau gunakan transportasi umum agar tidak membuat kebisingan yang menganggu hewan dan penduduk setempat.
  • Kalau tinggal di hotel, tidak ganti handuk setiap hari, matikan lampu, TV, AC dan barang elektronik lainnya saat keluar kamar
  • Saat camping, jangan mencuci apapun langsung di sungai, danau atau sember air lainnya. Hindari penggunaan sabun saat mencuci.
  • Saat ingin meninggalkan “jejak alami” di hutan/gunung, pastikan berjarak 200 kaki atau 70 langkah dari sumber air. 

9) Hindari membeli souvenir ilegal

sumber: FB Yayasan Penyu Indonesia
Jangan mudah tergoda souvenir yang terlihat “antik & cantik”, berhati-hatilah saat membeli souvenir yang terbuat dari bahan hewan atau tumbuhan, contohnya perhiasan dari koral/kerang, liontin dari kuku harimau, gading gajah berukir. Permintaan ini dapat mendorong terjadinya perburuan ilegal yang dikhawatirkan berdampak pada kelestarian dan menyusutnya spesies yang dilindungi. 

10) Nikmati dan hargai budaya lokal

sumber: dokumentasi pribadi
Kemanapun pergi berwisata, pastikan untuk mendukung ekonomi lokal dengan menikmati makanan lokal, berbelanja produk dan layanan lokal. Luaskan pengalaman dengan berinteraksi dan mempelajari kearifan masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam. Dengan demikian, kita turut melestarikan budaya artinya ikut menjaga lingkungan.

6S CARA MEMULAI LIBURAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

sumber: dokumentasi pribadi
Teman traveler, Indonesia menawarkan ragam wisata yang dapat menjadi pilihan tepat untuk merencanakan perjalanan liburan alam. Meski apapun itu yang namanya berwisata adalah menyenangkan, akan tetapi berwisata ramah lingkungan lebih memberikan momen yang berkesan dan semakin memperkaya pengalaman. 

Kalau di tanya apakah saya punya wish list yang ingin dikunjungi?. Jawabannya tidak ada, dan saya tidak pernah membuat wish list.  Semua tempat wisata di Indonesia itu bagus, dan semua itu bergantung pada diri kita, kesempatan apa yang ingin atau bisa kita dapatkan dengan mengunjungi tempat wisata tersebut. Memang tidak semua tempat ekowisata itu nge-hits dan instagramable, tetapi pengalaman yang di dapat bisa jadi hanya terjadi sekali dalam hidup kamu ๐Ÿ˜‰. So, temans berikut ini saya akan berikan tips 6-S  cara memulai liburan yang ramah lingkungan :

1) SEARCH. Lakukan riset spot-spot wisata yang sudah menerapkan pariwisata berkelanjutan. Contohnya, Taman Nasional Bali Barat yang memenangkan ISTA (Indonesia Suistanable Tourism Awards) untuk kategori lingkungan. Berencana liburan kesini? Bersiaplah mewujudkan impian berwisata alam tropis. Menikmati keindahan hutan hijau yang rimbun, pengunungan, air biru jernih, dan bentangan luas pantai yang alami. Taman nasional bagi lebih dari 100 spesies satwa liar dan 160 spesies burung, termasuk Jalak Bali, ikon fauna Bali yang hampir punah.

2) SELECT. Luangkan waktu untuk riset, dan pilih salah satu yang paling menarik hatimu! Jika menyukai satwa liar, dapatkan pengalaman istimewa seperti di Tangkahan Eco-Tourism Sumatera Utara, menyapa gajah yang ramah berkeliaran dan berkesempatan membantu ranger memandikan gajah. Mau menyelami kekayaan budaya, tempat wisata seperti Desa Wae Rebo, Desa Belajar Tanoker dapat menjadi pilihan tepat karena pernah meraih penghargaan sosio-budaya ISTA. Ingin bersantai menyeruput secangkir kopi hangat dengan panorama tanpa batas, Desa Wisata Pondok Maribaya pernah raih ISTA untuk pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat lokal. Hmmm, banyak pilihan yang bikin kewalahan memilih ya ๐Ÿค—. 

3) STAY. Carilah tempat terbaik di  penginapan yang ramah lingkungan di seluruh Indonesia. Dengan begitu, dapat membantu tujuan kita untuk liburan yang berkelanjutan. Nihi Sumba mungkin bisa ditambahkan dalam daftar, karena tempat ini akan memikat hati kamu. Terletak di pulau terpencil Sumba, menginap disini merasa menyatu dengan alam dan budayanya. Resor peraih penghargaan ISTA berkat kepeduliannya pada lingkungan sekitar, dan dinobatkan sebagai  #1 World Best Hotel  tahun 2016 & 2017 oleh Majalah Travel & Leisure. Sebagian dari keuntungan hotel dipulangkan ke Sumba Foundation guna mendukung program kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pulau.

4) SHORTLIST. Buat aturan-aturan dasar dalam perjalanan ramah lingkungan kamu. Cara ini dapat jadi pengingat tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama wisata berkelanjutan. Misalnya, bepergian dengan minimal barang bawan sehingga mengurangi dampak terhadap lingkungan yang dikunjungi. Kamu juga bisa memperkaya liburan dengan menyelami budaya dan kebiasaan penduduk lokal. 

5) SENSATION. Resapi setiap proses perjalanan liburan keberlanjutan kamu, rasakan sensasi menjadi traveler yang bertanggung jawab. Menjadi traveler bukan sekedar menjelajah, tetapi harus membantu melestarikan warisan alam, sosial, dan budaya di daerah tujuan. 

6) SHARE. Bagikan sensasi hal baik yang kamu sudah lakukan dalam perjalanan liburan berkelanjutan. Share ke media sosial, ceritakan ke teman-teman dan komunitas agar dapat di tiru oleh orang lain. Satu foto dapat berbicara banyak makna, dapat melalang buana ke penjuru dunia. 

Temans, tidak ada cara yang lebih baik untuk menghargai kekayaan Ibu Pertiwi, selain kita yang bersungguh-sungguh melindungi, menjaga dan melestarikan keindahannya. Dan betapa beruntungnya jika kita memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada keindahan dan kelestarian alam Indonesia. Perubahan terbesar seringkali berawal dari gerakan terkecil. Hanya dengan membuang sampah dengan benar agar tidak termakan satwa liar, membeli kerajinan lokal, ataupun menggunakan air dan listrik secara bertanggung jawab. Dengan demikian kita turut menyelamatkan lingkungan hidup agar terpeliharanya keanekaragaman. Mari kita dukung pariwisata berkualitas dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia! 

"Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan" - quotes Menpar Arief Yahya- 

Dirgahayu Negeriku Ke-76 ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤️


Referensi

1. http://sustainabletourism.web.id/index.php/indonesia-sustainable-tourism-award-ista/

2. Website Official Wonderful Indonesia: https://www.indonesia.travel/id/en/hom




Comments

  1. Aku kalo cari penginapan stay yg paling aman, karena dengan aman kita akan enjor berlibur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang aman plus ramah lingkungan kak :).

      Delete
  2. Duh duh semua ekowisata yang disebut disini belum pernah ada yang aku kunjungi...klo pandemi sudah berakhir pengen banget bisa ke Bromo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar ya, nunggu pandemi usai..Harus sekali sekali wisata ke Bromo, kalau sdh kesini, pasti pengen lagi dan lagi

      Delete
  3. Indahnya pemandangan Indonesia, Kita memang harus mencintai negeri Kita sendiri karena klo bukan Kita siapa lagi ye kaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup betul kak. Terima kasih ya sudah mampir :)

      Delete
  4. Pandemi banyak dirumah aja, jadi kangen berwisata, memang tidak semua kawasan diatas pernah kukunjungi, tapi jadi penasaran ingin eksplor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama kangen momen dengan teman traveler lainnya. Semoga pandemi cepat usai dan bisa berwisata kembali.
      Terima kasih sdh mampir kak :)

      Delete
  5. OMG, Indonesia tuh emang kaya & keren. Pgn bgt punya uang lebih buat travelling ke seluruh pelosok Indonesia jadinya ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga terwujud kak :). Mungkin bisa mulai dari tempat ekowisata yang masih dekat dengan daerah tinggal kak, karena yang jarang terlihat malah ngga kalah bagus untuk dikunjungi

      Terima kasih sdh mampir ya :)

      Delete
  6. Y Allah bagus2 sekali wisata di Indonesia dengan lokasi yang indah dan budaya yang nelimpah membuat Indonesia memang pas untuk tujuan wisata dunia semogaa pandemi bsa berakhir agar kita bsa jalan2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga pandemi cepat usai dan bisa berwisata normal kembali

      Terima kasih sudah mampir kak :)

      Delete
  7. Bangganya menjadi bagian dari Indonesia dengan aneka destinasi wisata. Kalau ke Ijen boleh mampir ke Jember Kak, cuma 3 jam an dari Kawah Ijen , Banyuwangi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak Sugi sdh mampir dimari :)


      Iya nih, pengin juga lihat festival Jember fashion ..itu keren banget ๐Ÿ‘.. bolehlah nanti share share info jember kak

      Delete
  8. Indonesia itu kaya dengan kekayaan alam. Berwisata ke alam memang harus disiplin diri. Menahan diri untuk tidak merusak alam apalagi membuang sampah sembarangan. Sedih rasanya ketika mendaki gunung banyak sekali sampah bungkus makanan berserakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak, terima kasihnya sdh mampir :)

      Ya itulah yang masih seringkali di jumpai kalau lagi naik gunung, adanya sampah yang berserakan. Perlu disiplin dari diri sendiri untuk bisa lebih bertanggung jawab saat mendaki gunung

      Delete
  9. Indonesia keren ya! Cuma kadang pada kurang PD menjual sesuatu yang sederhana tapi menarik.terus memaksa meniru niru objek lain di LN.akhirnya bikin objek wisata jadi kumuh karena gak ada biaya perawatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah mampir dimari :)

      Betul, padahal kalau dilihat dari pasar, turis asing itu suka banget sama yang namnya membumi, semakin natural semakin diminati, meskipun harus mengeluarkan biaya mahal

      Delete
  10. Lengkap sekali penjelasannya. Haaaa sukaaa❤❤
    Saya sangat tertarik ketika membaca mengenai dunia traveller. Karena itu salah satu mimpi yg belum bisa saya gapai. Ketika membaca mengenai dunia traveller seakan saya diajak untuk turut ikut serta berpariwisata. Terima kasih kak, artikelnya baguussss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya sudah mampir, semoga artikel nya bermanfaat ๐Ÿ™‚

      Tidak apa, sebuah mimpi kelak akan jadi kenyataan, percaya deh...karena dulu aku juga begitu ๐Ÿค—..bisa kunjungi tempat wisata yang berada dekat dgn daerah tinggal kak..karena kita masih jauh dari tau tmpt tmpt bagus yg ada di daerah :)..

      Delete
  11. Duh, lokasi wisatanya wishlist aku semua ini mbak. Apalagi yg Raja Ampat. Semoga kesampaian bisa ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sebelumnya ga pernah ada wish list malah :).. tapi yang pasti aku search apa yg menarik di tempat itu & apa yg bisa aku dapatkan. Semoga terwujud kak bisa ke Raja Ampat :)

      Delete
  12. Wah Molly mau dong ikutan komunitas travellingnya. Mau belajar jadi traveler sejati .. itu lokasi wisatanya semua idaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak moly, Makasih ya sdh mampir dimari :)

      Boleh ikutan, nanti kami open lagi kalau sdh kondusif keadaannya

      Delete
  13. Hi, kak salam kenal ya. Aku amazed tau fakta bahwa Indonesia punya prestasi terkait kekayaan hayati dan mamalia. Berati potensi wisata lokal kita memang keren ya. Dan aku juga amazed almost semua dokumentasi di artikel ini dokumentasi pribadi :') seru banget sih bisa keliling Indonesia. Thanks sdh diingatkan terkait pelestarian lingkungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, salam kenal juga ya dan terima kasih sdh mampir dimari :) semoga bermanfaat artikelnya

      Ya betul, potensi lokal kita itu bagus banget, hanya tinggal dari pembangunan sarana prasarana yang bisa mendukung tmpt wisata jadi lebih berkualitas

      Delete
  14. memang liburan ke luar negeri itu keren sih ya apalagi kalau post di sosmed, tapi INDONESIA punya banyak hidden gems dan seru banget kalau di explore. saya pribadi sih pengen banget travel seluruh indonesia, banyak destinasi travel yang gak kalah bagus nya dengan luar negeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Indonesia banyak hidden gemsnya, aplagi kalau soal budaya lokal..itu biasanya akan sepaket ada ekowisata. Karena di ekowisata, mereka akan kasih tau tempat tempat yg kadang tidak pernah ada dalam agenda wisata ..

      Terima kasih sdh mampir ya kak :)

      Delete
  15. Sebuah artikel yang sangat lengkap tentang ekowisata kak.

    Indonesia memang banyak tempat wisata, bahkan tampa dipolespun sudah bagus. Namun sayangnya akses ke tempat wisata masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Kebetulan saya tinggal di kota wisata, dan akses ke objek wisata memang masih jelek.

    Taman Nasional Komodo dan Taman Laut Bunaken udah jadi tempat yang ingin saya kunjungi dari dulu. Semoga bisa ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya terima kasih kak sdh mampir :)

      Betul sekali, banyak destinasi yang bagus di daerah, tetapi sayangnya akses transportasi masih sulit jadinya memakan biaya perjalanan yg besar ataupun fasilitas jalan raya yg masih belum diperbaiki.
      Contohnya kalau mau ke Kiluan Lampung, lebih dari 2 kali saya ke tempat ini dengan waktu tahun yg berbeda, dannkondisi jalan utama masih ttp saja rusak. Semoga skrg sdh lebih baik

      Semoga segera terwujud ke Bunaken dan Komodo Kak :)

      Delete
    2. Nah, klo kita sebagai warga Indonesia mungkin udah maklum kalau akses ke tempat wisata ga mulus. Tapi agak "malu" kalau merekomendasikan tempat wisata ke orang asing tapi jalannya masih jelek. Kebetulan di kantor saya ada orang Korea, kadang mereka nanya tempat wisata bagus di Indonesia. Orang Korea itu terbiasa kenyamanan, akhirnya saya sebutin aja tempat-tempat yang aksesnya paling bagus, hehe.

      Ya kak, saya juga pernah ke pantai di Lampung (lupa namanya) , dari Bakaheuni ke pantai itu emang masih ada jalan yang jelek.

      Delete
    3. Saya pernah ada teman asing orang Korea yang ikut traveling bareng kita. Mereka expat yg kerja di Jakarta. Sama seperti turis lainnya, sepanjang kita kasih tau kondisi yg sebenarnya, mereka bisa menerima, apalagi kalau perginya ke daerah, dan jadinya ngga ekspetasi berlebihan. Kalau ternyata beda ekspetasi, nah tu biasanya komplain. Tapi so far kayaknya orang Korea cukup wise kok. Pengalaman ku begitu ๐Ÿ™‚

      Delete
  16. Hallo kak, wahh saya senang sekali baca artikel ini, apalagi tentang konsep pariwisata yang ramah lingkungan. Kebetulan saya juga lagi mendalami tentang sustainable tourism. Ulasan mba lengkap banget, bahasanya mudah dimengerti.

    Saat ini pariwisata Indonesia memang harus berbenah, dari konsep pariwisata massal dengan konsep pariwisata ramah lingkungan yang pro kearifan lokal dan juga local community (Community based tourism)
    Pandemi covid-19 ini menjadi titik balik bagi pariwisata Indonesia kedepannya.

    Btw saya salfok sama foto jalan2nya dan juta komunitas Indonesia trip nya

    Kalau boleh saya mau ikut gabung dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak ayu, makasih ya sudah mampir :)

      Iya benar sekali, pariwisata Indonesia sdh saatnya berbenah menuju konsep Suistanable. Dulu ekowisata tidak terlalu terkenal seperti saat ini, ttp justru ternyata permintaannya jauh meningkat dari mancanegara. Yang paling perlu di edukasi adalah turis lokal untuk mau mengunjungi ekowisata, karena minatnya masih rendah.

      Haha, iya fotonya ada yg dr pribadi dan dari komunitas ..lama ngga ngubek ngubek foto ๐Ÿค— saking kebanyakan fotonya.

      Boleh aja kak, nanti kami baru open lagi setelah kondusif :)

      Delete
  17. Turis asing kayaknya lebih seneng ke destinasi ecotourism ini, sama biasanya wisata budaya, soalnya kalau yg domestik biasanya lebih ke tempat hits instagramable. Jadi kadang yg dari dalam negeri suka kurang etika, hobi buang sampah sembarangan, sering kejadian tempat wisata alam kalau ngehits malah jadi rusak/kumuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, betul banget. Turis asing mmg kebanyakan mengunjungi ecotourism, karena mereka sudah spend money banyak, jadi yg di kunjungi juga ga yang biasa biasa aja atau Instagramable. Mereka prefer yg jadi ciri khas di Indonesia.
      Sayangnya turis domestik masih berwisata karena lagi nge-hits/tmpatnya instagramable, sehingga etika berwisata juga tidak bertanggung jawab yang akhirnya bikin rusak tempat wisata itu sendiri.

      Delete
    2. Iya, etika wisata ini yg harus terus diedukasi biar jadi kesadaran bersama. Biar model wisata berbasis ramah lingkungan ini tetep sustain.

      Delete
  18. Gabung dengan ekowisata sekaligus mendukung dan mempromosikan pariwisata kita juga ya kak, apalagi wisata kita memang dapat menjadi daya tarik buat para turis khususnya dari luar negeri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kak, kebanyakan turis asing lebih minat wisata alam yang menjadi ciri khas di Indonesia. Apalagi turis asing senang dengan apapun yang namanya natural / alami

      Delete
  19. Turis lokal dan asing juga harus sadar bagaimana harus berkungjung ke lokasi tempat orang lain. Baik dari tata krama dan juga harus peduli lingkungan, tetap mematuhi peraturan yang telah mereka buat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Zee, Terima kasih ya sdh mampir kesini :)

      Betul sekali, baik turis lokal maupun asing wajib hargai dan patuhi aturan yang ada demi menjaga dan ttp melestarikan tempat wisata tersebut .

      Delete
  20. Keren sekali. Semoga pariwisata Indonesia semakin terawat dan memiliki sistem berkelanjutan. Saya pribadi sangat suka dengan ecowisata, sayangnya sekarang sedang pandemi jadi enggak bisa ke mana-mana. Ingin sekali sambang ke Bromo lagi untuk menikmati suasana pagi yang tiada duanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Nur, makasih ya sdh mampir dimari :)

      Semoga pandemi segera usai, jadi bisa berwisata normal kembali. Bromo memang selalu ngangenin dah :), mampir juga kak ke air terjun Madakaripura, dekat sekali dari Bromo

      Delete
  21. Keren, kak! tabungan informasi tentang wisata saat pandemi sudah berakhir nanti, soalnya semua tempat wisata yang sudah menjadi pengalaman kakak ini, saya belum pernah berkunjung, wkwkw. Tentu dengan bekal attitude berwisata sembari melestarikan lingkungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih loh kang Dirman sdh mampir kemari ๐Ÿ˜‰

      Amin ๐Ÿคฒ, iya semoga cepat usai pandeminya dan kang Dirman bisa segera berkunjung ke tempat ekowisata secepatnya!๐Ÿ˜‰

      Delete
  22. Intinya sih "kalau bukan kita yang merawat alam negeri kita sendiri, siapa lagi?" Gitu ya, Mbak. Kita harus malu kalau melihat Bule atau WNA yang justru lebih peduli terhadap alam dan lingkungan kita saat mereka sedang liburan ke Indonesia.

    Btw, dari semua tujuan Ekowisata yang Mbak jabarkan di atas, belum ada satu pun yang pernah saya kunjungi. Hiks. Sedih banget ya. Memang Indonesia itu luas banget dan pastinya masih banyak destinasi yang perlu kita eksplor. Semoga masih ada kesempatan untuk bisa eksplor semuanya. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Firmansyah, makasih ya sdh mampir dimari :)

      Ya, honestly WNA lebih aware pada alam dan lingkungan, karena disiplin mereka jauh lebih baik dari turis lokal. Dan orang kita lebih sibuk berfoto, turis asing sibuk nikmatin pemandangan tanpa perlu harus berfoto.

      Jangan sedih dong, insyallah nanti dapat berwisata ke tujuan yg diinginkan. Mungkin sekarang bisa nabung dulu :), jalan jalan kemudian

      Delete
  23. Saya suka dengan konsep ekowisata, tidak saja membantu promosi wisata indonesia tp sekaligus membantu masyarakat setempat juga. Komunitasnya mantep bgt mba hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Merk sudah mampir dimari :)..selalu dukung ekowisata indonesia ya

      Delete
  24. Keren ikh mba keidealisannya. Hanya pengen mengenalkan wisata dalam negeri. Malah sebaliknya, pengen ngundang luar negeri ya untuk memperkenalkan indonesia. MasyAllah. Aku aja belum mengenal semua tentang Indonesia. Pengen gitu. Semoga berkesempatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Yeni, makasih ya sdh mampir dimari :)

      Amin, semoga berkesempatan dapat mengunjungi ekowisata di Indonesia ya kak :)

      Iya, banyak ceritanya kak kalau ngundang orang asing yg kesini, rasa takjub mereka sama alam, budaya Indonesia yang bikin meleleh hati

      Delete
  25. Wah saya sangat setuju nih, ekowisata Indonesia harus terus ditingkatkan kembali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Rifqi, terima kasih ya sdh mampir kesini :)

      Delete
  26. keren banget nih visi dan misinya kak. saat orang pengen banget travel ke luar negeri tapi mba lebih fokus pada travel lokal. membantu bisnis wisata lokal agar berkembang dan maju. terharu saya dengan kisah expat yang pengen liat gajah way kambas. konsep ekowisata juga udah bagus banget, gak hanya menstimulasi WNI untuk travel lokal tapi juga WNA ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Eka, makasih ya sdh mampir dimari :)

      Saya kalau travel keluar negeri cukup buat sendiri aja..sebaliknya kalau untuk travel dalam kota, inginnya misinya bisa ajak WNI dan WNA, setidaknya dapat membantu memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat

      Delete
  27. Membaca tulisan ini secara perlahan, seakan sedang diajak berwisata dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Seraya juga dipandu bagaimana wisata ini tetap ramah lingkungan dan tidak merusak alam. Tapi saya suka geram persoalan sampah. Kayaknya sulit banget untuk kita untuk tidak buang sampah sembarangan. Perlu sanksi tegas dan hukuman yang bikin jera.

    Saya tertarik ke Kawah Ijen karena nonton salah satu film Indonesia yang berlatar di sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Raja, makasih ya sdh mampir di mari :)

      Masalah sampah mang balik lagi ke masalah disiplin kak. Dan harus diakui disiplin warga kita masih di bilang rendah. Di luar negeri, buang permen karet atau meludah sembarangan saja, bisa kena sanksi. Semestinya, kita bisa menerapkan Sanski yg tegas terutama saat berwisata.

      Harus ke kawah Ijen kak, dan jangan lewatkan blue firenya, azing kalau lihat langsung dari bawah kawah, dan pakai masker gas kalau mau aman, klasker biasa bisa tp jgn terlalu dekat Krn asapnya ganggu pernapasan

      Delete
  28. Masya Allah... Mampir ke blog ini jadi tambah bangga dengan Indonesia. Kalau aku pengen banget bisa keliling Indonesia, tapi belum kesampean hehe... Semoga setelah pandemi bisa ke Bromo, traveling wishlist banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak intan, makasi ya sdh mampir kesini :)

      Semoga artikelnya bisa bermanfaat. Hayuklah kunjungi ekowisata Indonesia :). Kalau ke Bromo, jangan lupa mampir ke air tekun madakaripuranya :)

      Delete
  29. Tempat wisata memang bukan hanya untuk dinikmati tapi juga dilestarikan dengan cara menjaga kebersihannya. Supaya anak cucu kita juga bisa menikmati keindahan wisata alam

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengurus Visa China Ternyata Hanya 4 Hari!!

Travel plan saya selanjutnya adalah mengunjungi Shanghai, Cina. Untuk dapat mengunjungi Cina, tentunya harus siap dengan visa-nya. Nah, saya mau berbagi sewaktu saya mengurus visa China :-) fresh bulan April 2012 dan ternyata sangat mudah dan simpel. Karena baru pertama kali mengurus visa sendiri, jadi saya sangat interest sekali searching informasi. Untuk website resminya bisa klik disini VISA FOR CHINA . Sebenarnya persyaratan untuk mengurus visa China tidak terlalu banyak, yuk follow my feeds dibawah ini ;-) Buka website resminya, pelajari visa apa yang mau kamu ambil dan tujuannya untuk apa, lihat di sini JENIS-JENIS VISA CHINA & PERSYARATAN  Kalau saya tujuannya untuk traveling biasa, jadi saya ambil Tourism and family visit visa (L-Visa) Isi formulir permohonan dengan lengkap , kamu bisa download  VISA APPLICATION FORM atau bisa langsung APPLY ONLINE . Kalau saya pribadi, sudah apply online, jadi isi data via online, setelah data lengkap dan tersimpan, ot

4 Rekomendasi Tempat Wisata Belanja di Shanghai

Wisata belanja di Shanghai memang tidak ada habisnya. Namun, yang paling membuat saya tertarik adalah market-market tradisionalnya, sangat unik dengan berbagai macam jajanan pasar. Berikut ini saya akan berikan  tempat belanja yang berhasil saya kunjungi selama di Shanghai yang bisa jadi referensi teman-teman. Mari follow my journey  di bawah ini ya :) Nanjing Road Nanjing Road merupakan pusat jalan perbelanjaan utama di Shanghai. Ini jalan yang panjang hingga beberapa kilometer yang saling terhubung. Terdiri dari Nanjing Rd Timur dan Nanjing Rd Barat. Nanjing Rd Timur paling dekat dengan The Bund, sedangkan Nanjing Rd Barat dekat dengan People's Square. Pada siang hari, Nanjing Road penuh menggeliat dengan riuhnya para pengunjung. Outlet-outlet disepanjang jalan menawarkan merek-merek terkenal yang tak terhitung jumlahnya dengan kualitas yang bagus tentunya. Nanjing Road memang pusat perbelanjaan modern dengan tetap menyajikan konsep tradisional. Terbukti dengan ma

Nabung di Bank BRI, Kena Pajak!!

Disini saya mau berbagi tentang pengalaman saya menabung di BRI beberapa bulan kemarin, karena saya pikir menabung di bank pemerintah seperti BRI, tidak ada banyak potongan yang macam-macam. Sebelumnya saya menabung di Bank Muamalat Syariah yang sebenarnya sudah cocok sekali dan tidak banyak memberikan potongan kepada nasabah kecuali untuk biaya administrasi yang relatif masih dibawah Rp 10ribu. Tapi karena desakan orangtua untuk di pindah ke bank pemerintah, akhirnya saya memutuskan untuk membuka rekening di Bank BRI dekat kantor saya. Pembukaan rekening saya dengan setoran Rp 600ribu. Masih di bulan yang sama,saya mentransfer setoran ke rekening BRI sebesar Rp XX.000.000,- (maaf off the record). Pada bulan berikutnya, saya mendapatkan bunga bank sebesar Rp 28.036,-. Dan saya cukup kaget ketika saya mengetahui tabungan saya dikenakan pajak yang tidak ada ketentuannya berapa persen. Yang terpotong saat itu pajaknya Rp 5.607,- belum lagi potongan administrasi sebesar Rp 10ribu.

16 Things To Do In Shanghai (Part 1 - Sightseeing Shanghai)

Salah satu tujuan trip untuk solo traveling saya yang pertama adalah Shanghai, China. Satu minggu, saya habiskan waktu hanya di kota Shanghai, dan memang tidak membuat itenary untuk mengunjungi kota lain seperti Beijing. Mungkin saya ingin lebih dekat dengan kota Shanghai, sebagai kota Metropolis dari China. Untuk penerbangan ke China, saya menggunakan Singapore Airlines,dengan tujuan Pudong International Airport. Keberangkatan pagi hari jam 09:10, transit di Singapura, dan berlanjut jam 13:00 menuju Shanghai. Lama perjalanan Singapura-Shanghai sekitar 4 jam 45 menit. Tiba di Shanghai sekitar jam 7 malam. Sedangkan kembali ke Jakarta, saya ambil keberangkatan malam hari jam 19:10 tiba di Singapura jam 01:00 dini hari. Hanya saja, transit di Singapura agak lama 5 jam, jadi lumayan buooseenin. Berlanjut penerbangan ke Jakarta pagi jam 07:00, delay satu jam dari awal jadwal 05:00 Sedangkan untuk budget cost sendiri, rasanya bukan ala backpacker :-D

Weekend Banking BCA KCP Grand Indonesia

Bagi nasabah BCA,layanan weekend banking sangat membantu dalam memudahkan nasabahnya melakukan transaksi di hari Sabtu dan Minggu. Waktu itu saya menggunakan layanan ini untuk pembukaan rekening baru. Layanan weekend banking BCA diwilayah Jakarta Selatan & Jakarta Pusat hanya dilayani di dua lokasi,yaitu KCP Grand Indonesia dan KCP Pondok Indah Mall. Layanan Weekend Banking ini buka setiap Sabtu dan Minggu (Kecuali hari libur) dari pukul 10.00-15.00 WIB.  Untuk itu, saya memilih mendatangi kantor BCA di Grand Indonesia yang masih dekat dengan kantor. Hampir saja saya salah tujuan lokasi Bank BCA. Karena layanan weekend banking BCA bukan berlokasi di Menara BCA(tepat di depan jalan utama Grand Indonesia), tapi berada di Grand Indonesia Westmall Lantai LG. Sayangnya, saya tidak bisa melakukan pembukaan rekening baru, karena kartu identitas saya beralamatkan di Depok. Layanan pembukaan rekening baru pada saat weekend hanya melayani pembukaan rekening dengan kartu identitas wil

16 Things To Do In Shanghai (Part 2 - Sightseeing Shanghai)

Pada Part 1 yaitu tempat-tempat menarik untuk dikunjungi selama di Shanghai , saya sudah memberikan 5 tempat menarik di Shanghai. Nah, berlanjut di Part 2, masih sama, rekomendasi tempat-tempat menarik seperti temple, mesjid, garden, dan gedung tertinggi, dan arena. Follow my journey  di bawah ini ya ๐Ÿ˜„  6. Yu Yuan Garden and Bazaar Yu Yuan Garden adalah taman paling terkenal di Shanghai. Terletak di jantung Kota Tua Shanghai, dan salah satu tempat wisata paling menarik dan menjadi pusat kunjungan para turis di Shanghai.  Dekat dengan Yu Yuan Garden dapat ditemui pasar dengan sederetan outlet-outlet, rumah makan, yang menjual berbagai macam produk, mulai dari souvenir, pakaian, makanan khas, dan lain-lain. Suasananya rame betul, belum lagi bangunan-bangunan sekitar pasar yang terlihat sangat klasik khas tradisional China. Harga souvenir di sini relatif murah, mulai dari harga 5 RMB-90 RMB tergantung dari jenis souvenir. Untuk produk baju harganya bisa diatas 100 RMB.

Pengalaman Buyback LM di Butik Emas Gd. Antam Simatupang

Yang pertama memang selalu terasa spesial. Hari ini ceritanya melepas logam mulia pertama yang saya beli tahun 2017. Hasil nabung dari sisa gaji bulanan, di belikan LM. Ngga punya pengalaman beli-beli LM, dan berujung beli online di website toko perhiasan. Logam mulia klasik yang sertifikatnya masih terpisah, seberat 10 gram, seharga Rp 5.698.000,-. Itupun masih numpang simpen dulu di toko karena masih dapat free brankas, dan baru dikirim satu bulan kemudian via JNE.  Ngga berasa udah 5 tahun aja, ini LM bersemayam di laci lemari. Masih terbungkus dalam amplop hijau diselimuti lembar kuitansi pembelian. Sebenarnya belum butuh-butuh amat untuk menjual LM, tapi mengingat mau buat modal usaha. Setelah dipandang, dipikir dan diputuskan, harus rela melepas LM pertamaku dari genggaman๐Ÿฅบ. Browsing kira-kira dimana tempat yang oke buat buyback LM. Kalau mau gampang, bisa aja sih jual di toko emas atau butik jewellery. Pernah iseng tanya ke toko emas (yang ngga jualan LM), eh malah LM-nya dihar

16 Things To Do In Shanghai (Part 3 - Sightseeing Shanghai)

Masih berlanjut dari Part 1 dan Part 2 tentang tempat-tempat apa saja sih yang bisa dikunjungi dan menarik di Shanghai. Dan pada bagian terakhir ini yaitu Part 3, tempat menarik lainnya diantaranya makam nasional, masih seputar temple, tengok kebon binatang ala Shanghai, jajal penasaran naik gedung tertinggi di Shanghai. Yuk, checkidot di follow my journey ๐Ÿ˜ƒ 11. Longhua Pagoda & Longhu Temple Longhu Temple Temple kali ini yang saya datangi berada jauh dari pusat kota Shanghai. Saya menggunakan taksi untuk menuju ke temple ini, daerah tempat ini memang jarang dikunjungi untuk para turis untuk hari-hari biasa, terkecuali mereka yang ingin bersembahyang atau ada kegiatan perayaan. Temple ini berada persis di samping pembangunan gedung bertingkat. Dan katanya, temple ini termasuk temple tertua di Shanghai. Terletak di Jalan Longhua sebelah selatan kota. Longhua Park terkenal dengan Longhua Temple dan Longhua Pagoda. Longhua Temple adalah kuil tertua di Shanghai y

Jalan-jalan ke Singapura ala Backpackers

Nuny & Neni This is me and my best friend, Neni. Beberapa waktu lalu, kami berdua backpacking ke Singapura. Jadi, memang kami siapkan sendiri, mulai dari beli tiket penerbangan sampai reservasi hostel. Banyak hal yang menarik selama 2 hari berada di Singapura, mulai dari bermalam di Changi Airport,sampai ketempat-tempat wisata,seperti Resort Island Sentosa. Berbagi cerita, semoga bisa memberikan informasi yang menyenangkan :) Mengurus Tiket dan Reservasi Penginapan Saat ini t iket penerbangan ke Singapura sangat mudah didapat,banyak airlines yang menyediakan jadwal penerbangan ke Singapura bahkan dengan harga promo yang sangat murah. Diantaranya ada Mandala Airlines, Air Asia Airlines, Batavia Air,Tiger Airways, Lion Air. www.thehivebackpackers.com Untuk reservasi penginapan,cukup mudah. Di Singapura banyak tersedia pilihan penginapan dari hostel backpackers sampai hotel berbintang. Salah satu hostel tujuan saya adalah The Hive Backpackers,yang t