Skip to main content

Jelajah Museum Olahraga Nasional, Gudangnya Prestasi Atlet Negeri

Berwisata ke museum memang bisa menjadi ide liburan murah meriah yang seru juga menyenangkan. Selain sebagai sarana rekreasi, juga tempat edukasi untuk mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal dan melestarikan sejarah. Saya pribadi sangat menyukai wisata museum dan rasanya masih banyak museum khususnya di Jakarta yang belum saya kunjungi. Salah satunya museum yang akan saya kupas saat ini yaitu Museum Olahraga Nasional yang berada di Taman Mini Indonesia Indah. Apa saja yang bisa kita lihat di Museum Olahraga, yuk ikuti jelajah saya di museum ini 😊

LOKASI & HARGA TIKET

Museum Olahraga Nasional terletak di kawasan Taman MIni Indah. Aksesnya lebih mudah melalu loket TMII Pintu 3, hanya berjarak 140 meter dan menghadap ke arah Theater Keong Mas. Dari jalan utama, sudah terlihat bangunan gedung menyerupai bola dengan nuansa merah dan putih yang menjadi keunikannya. Halaman museum pun cukup luas dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti kolam renang, lapangan basket, lapangan tennis, mushola dan kantin.
Untuk berkeliling museum disini, hanya dikenakan tiket Rp5.000,-/orang, sedangkan pelajar/mahasiswa sebesar Rp3.000,-. Jam operasional museum buka setiap hari Selasa-Minggu dari pukul 09.00-16.00. Disarankan mengunduh aplikasi SIJI di play store sebelum mulai menjelajah museum. Aplikasi SIJI adalah aplikasi museum digital yang membantu memberikan informasi terkait koleksi yang ada di museum. Caranya scan barcode pada gambar bertanda khusus, maka akan muncul pada layar, tampilan berupa video virtual 3D, foto, audio atau link web yang menerangkan koleksi tersebut.
Kini Museum Olahraga Nasional hampir berusia 31 tahun semenjak diresmikan Presiden Soeharto pada 20 April 1989. Dan telah menyimpan lebih dari 1600 koleksi prestasi anak bangsa di bidang olahraga. Bangunannya berdiri diatas lahan seluas 1,5 hektar dan luas bangunan 3.000 m2 dengan tiga lantai yang digunakan untuk pameran. Setiap lantai diberi nama ruang berbeda-beda juga spot-spot menarik untuk berfoto. 

RUANG PAMER LANTAI 1

Masih di luar dari pintu masuk berdampingan dengan loket tiket, jangan lewatkan untuk berswa foto di sebuah patung Karapan Sapi. Ini bisa menjadi spot menarik, berfoto dengan pose layaknya seorang joki yang sedang mengendalikan sapi pacuan di tengah arena. 
Memasuki Ruang Pamer Utama di lantai 1 merupakan ruangan yang memamerkan tentang sejarah, filosofi, motto serta nilai-nilai luhur dalam dunia olahraga. Namun yang unik dari ruangan disini yaitu terdapatnya empat patung perunggu yang menggantung menjurus dari atas ke bawah dengan gerakan yang berbeda-beda. Ini dimaksudkan pergerakan terjun indah dalam olahraga renang. Patung perunggu ini di dedikasikan untuk Zoraya Perucha, atlet renang berprestasi di era 1970an. Dengan aplikasi SIJI, kita dapat mendengarkan secara audio sejarahnya. 
Lanjut ke ruangan berikutnya, kita akan melewati lorong yang memamerkan nama-nama tokoh yang telah berjasa dalam pendirian Museum Olahraga Nasional, diantaranya adalah Ibu Tien Soeharto yang mengizinkan pembangunan museum di kawasan TMII. Selain itu, terdapat koleksi vitrin replika alat-alat berburu yang digunakan di masa lampau seperti tombak, panahan, kapak perimbas. 
Bergeser ke ruang sebelahnya yaitu Ruang Pamer Olimpiade-Sea Games-Asian Games-Para Games. Disini dipamerkan papan media, teks, foto-foto, piala, medali, kostum, alat olahraga dan kliping sejarah sepanjang perhelatan Asian Games. Tiga patung maskot Asian Games 2018 turut menjadi daya tarik untuk berfoto. Ada Bhin-Bhin (karakter burung Cendrawasih dari Indonesia Timur), Atung (karakter rusa asal Pulau Bawean) dan Kaka (karakter badak bercula satu dari Ujung Kulon). Koleksi menarik lainnya seperti atribut saat Ekspedisi Tim KOPASSUS dalam misi penaklukan Gunung Everest tahun 1997.
Kemudian ada Ruang Pamer Olahraga & Permainan yang memamerkan berbagai koleksi alat permainan dari 27 provinsi di Indonesia seperti ketapel, layang-layang, sumpitan, dan replika perahu. Nah, di ruangan ini kita dapat melihat koleksi unik berupa Gasing Raksasa berukuran 1,7 x 2,5 meter dengan berat 500 kg, hibah dari komunitas gasing Indonesia saat berlaga di TAFISA Games 2016. Untuk memainkan gasing raksasa membutuhkan 5-7 orang dan dapat berputar selama 25 menit. 
Diruangan ini kita juga dapat mengetahui sejarah tentang  berdirinya Stadion Gelora Bung Karno, atlet-atlet difabel yang turut mengharumkan nama bangsa, juga koleksi-koleksi yang berhubungan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) dari awal hingga PON XVII, koleksi buku-buku, surat, filateli, piagam, medali dan masih banyak lagi. Sebuah patung lelaki membawa obor menjadi penanda koleksi vitrin obor yang pernah digunakan saat Pekan Olahraga Nasional (PON). Pengunjung juga bisa mengambil foto dari angle bertanda khusus pada lantai. 

RUANG PAMER LANTAI 2

Menuju lantai dua merupakan Ruang Pamer Cabang Olahraga Kompetisi. Disini pengunjung dapat leluasa melihat beragam koleksi piala dan trofi yang dipamerkan secara terbuka di tengah ruangan. Ada lebih dari 25 koleksi diantaranya trofi atlet binaraga Ade Rai kala menjuarai Muscle Mania Kategori Drug-Free 1996. Menurut saya ini menarik banget!👍. Bentuknya bermacam-macam dan boleh berfoto juga dengan menggunakan piala-piala ini. 
Beberapa foto tokoh-tokoh penting yang turut membina olahraga Indonesia juga dipajang di ruangan ini. Ada koleksi vitrin medali-medali yang diperoleh dari berbagai cabang olahraga kompetisi tingkat nasional dan internasional. Dan yang paling saya suka 😍adalah medali emas PON XVII, selain memiliki warna pada logonya, juga strap tali medali yang khas Kalimantan. 

Bergeser ke Ruang Pamer Sepakbola Indonesia yang berdesain tematik modern dan memiliki fasilitas multimedia layar sentuh. Ini bisa jadi spot favorit para pencinta sepakbola untuk mengetahui sejarah persebakbolaan di Indonesia, selain koleksi-koleksi kostum dan alat olahraga Tim Sepakbola dan Wasit. 
Bersebelahan dari ruang sepakbola terdapat ruang pamer yang menampilkan berbagai koleksi hibah dari sejumlah atlet nasional. Mulai dari pakaian, peralatan olahraga, seragam kontingen, hingga medali yang diperoleh saat berlaga di beragam kejuaraan. Diantaranya koleksi atlet balap mobil yaitu Andhika Anindyaguna Hermanto berupa kostum balap, sarung tangan, helm, topi, dan tiga piala kemenangan. 
Terakhir Ruang Legenda Olahraga adalah mereka yang telah membuktikan kecintaannya terhadap olahraga yang digeluti yang dapat menjadi teladan serta inspirasi generasi mendatang. Para legenda tersebut selain atlet-atlet perintis juga para pelatih yang mengantarkan atlet menjadi juara. 
Salah satunya yaitu Yayuk Basuki sebagai legenda tennis Indonesia yang pernah mencapai babak perempat final Wimbledon  tahun 1997. Koleksi pribadinya juga turut dipamerkan berupa raket, sepasang sepatu dan tanda penghargaan. Dari atas ruang ini, pengunjung dapat melihat sejurus ke bawah patung perunggu Zoraya Perucha.

RUANG PAMER LANTAI 3

Berada di sebuah aula besar, Rang Pamer Hall of Fame, khusus menampilkan para tokoh olahragawan yang berprestasi dan menjadi yang pertama dalam kancah dunia. Sepanjang dinding ditorehkan kisah sejarah dan prestasi yang telah diraih. 
Beberapa nama yang terkenal hingga kini seperti Ade Rai dengan julukan "Si Manusia Baja", lalu atlet tinju Chris John dengan julukan "Sang Naga dari Banjarnegara" yang telah menjuarai 18 kelas bulu sepanjang tahun 2003-2013 dan menghibahkan Sabuk Juara World Boxing Association (WBA). Ditengah ruangan berdiri piala berukuran besar dari kejuaraan atletik di Jawa Tengah. Pengunjung dapat mengambil foto dari angle bertanda khusus pada lantai.

Ingin kenal lebih dekat lagi, bisa follow instagramnya @museum_olahraga_nasional.
Sebagai penutup jelajah saya di museum ini, saya akan mengutip kata-kata emas yang terdapat di pintu keluar museum : 
Olahraga bukan hanya untuk sehat dan bugar. Tak hanya berakhir menjadi juara. Berolahraga dapat juga mempertajam karakter. Terus berolahraga, jangan berhenti berkunjung ke museum ini. 
Mari terus kita ramaikan museum-museum di Indonesia sebagai bentuk kecintaan kita terhadap sejarah dan melestarikan hingga masa mendatang.  Semoga bermanfaat, sampai ketemu lagi di jelajah museum lainnya 🙋😊

Klik 👉 Hotel dekat TMII Jakarta

Booking.com

Comments

  1. wah baru tahu ini, sptnya masih baru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Museumnya sdh lama, cuma di perbaharui lagi sejak era menteri Imam Nahrowi, jadi lebih bagus dan menarik :)

      Delete
  2. Wah taman mini semakin lengkap saja
    Lain waktu kayaknya harus mampir nih
    Semboyannya keren juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus mas, kalau ke Taman Mini, mampir ke museum olahraga 😉

      Delete
  3. TMII ini saking gedenya sampe gak sempet dijelajahi dalam sehari. Hahaha. Dan aku baru tahu lho ada Museum Olahraga Nasional di sini. Kapan-kapan kalo main ke TMII, mampir ke sini deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba jangan lupa mampir 😀.. Aku baru sekali ini dan ternyata menarik juga museumnya, apalagi kalau buat edukasi anak-anak

      Delete

Post a Comment