Skip to main content

APLI Edukasi Publik Mengenal MLM Syariah dan Produk Direct Selling di Indonesia

APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) sebagai sebuah asosiasi yang mewakili banyak perusahaan direct selling/MLM (multilevel marketing) terus berupaya mengenalkan dan mengedukasi masyarakat akan industri direct selling/MLM tersebut. Pada rangkaian acara talkshow hari ke-2, APLI mengangkat tema mengenai ‘Kebijakan Produk Penjualan Direct Selling Terhadap Penerapan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan”. Hadir sebagai nara sumber acara yakni Bapak Moch. Bukhori Muslim, LC, MA selaku Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN-MUI, dan Ibu Andam Dewi selaku CEO Herbalife dan Wakil Ketua APLI Indonesia. Acara talk show ini dilaksanakan di studio NuSkin serta disiarkan melalui live Youtube APLI.

Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki market syariah yang begitu potensial. Ini sejalan dengan cita-cita dari pemerintah yang menginginkan dan mengarahkan tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. 

“Indonesia ingin menjadi pusat halal dunia, karena kita ingin menjadi percontohan sehingga langkah-langkahnya adalah penguatan halal value chain, penguatan sektor keuangan syariah , penguatan sektor usaha mikro, kecil dan dan menengah terkait dengan syariah. Kemudian ekonomi digital, termasuk juga perusahaan-perusahaan yang memiliki sistem tertentu, itu bisa disyariahkan, dalam hal ini adalah MLM,” kata Bukhori Muslim, dalam keterangannya sebagai nara sumber, Kamis (16/12/2021)

Kita patut berbangga, saat ini hanya ada di Indonesia yang memiliki standar PLBS (Penjualan langsung berjenjang syariah) atau familiar dengan MLM Syariah yang telah dibuat di Dewan Syariah Nasional MUI. Beberapa sektor menjadi prioritas yang nantinya akan diberikan standar sertifikasi halal  dalam rangka menuju tujuan pemerintah. Diantaranya food, farmasi, museum histori tourism, dan kosmetik, edukasi, medical, spa, hotel dan restoran. 

Bukhori menambahkan bahwa pentingnya sertifikasi halal dikarenakan ada undang-undang no. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Dalam undang-undang itu jelas mengamanatkan bahwa semua produk yang diperdagangkan di Indonesia harus bersertifikat halal. Sehingga potensi halal dengan UU yang telah ditetapkan DPR itu, nanti ini menjadi sebuah sarana pemerintah kita mendeklarasikan menjadi pusat halal dunia. Bila Indonesia sudah mensertifikasi sebuah produk, maka seluruh dunia akan mengakui dan banyak yang tertarik. 

Ada dua poin penting yang beliau sampaikan terkait pemberian standar syariah kepada MLM, yaitu:

  1. Produk. Syarat sebuah perusahaan itu mendapatkan sertifikat syariah dari Dewan Syariah adalah produknya sudah sertifikat halal. 
  2. Sistemnya harus sesuai syariah. Setiap perusahaan MLM memiliki sistem yang berbeda-beda, jaringannya berbeda-beda, dan inilah yang perlu di cek kesyariahaanya. 

Dalam mencek kesyariahaan sistem perusahaan MLM, Bukhori menegaskan 4 hal, yaitu:

  1. Sistem itu tidak boleh ada pasif income. Apa itu pasif income? Yakni orang bawahannya itu bekerja, atasannya tidak ada keringat, namun income terus mengalir. Tidak boleh ada gharar, yakni pemberian bonus yang tidak jelas. 
  2. Sistem tidak boleh mengandung riba. Riba, sesuatu yang misalnya pertukaran uang karena dituntut, nanti akan mendapatkan bagian dari yang setor uang. Ini yang tidak bisa, jadi harus ada barang. Barang yang dijual dan barangnya harus halal.
  3. Ada tadlisnya atau tidak. Tadlis adalah sesuatu yang diumpetin, di akal-akalin, sehingga hanya menguntungkan salah atu pihak saja. 
  4. Tidak mengandung zhulm. Zhulm artinya menzalimi orang. Misalnya sudah ditetapkan kesepakatan harga produk antara perusahan dengan member. Tapi ternyata membernya bohong, itu menyalahi janji. Atau perusahaan memberikan bonus tidak sesuai janji. 

>>Baca yuk: APLI Talkshow Day 1: Mewaspadai Ciri Investasi Ilegal di Indonesia

Sependapat dengan pernyataan yang disampaikan nara sumber pertama bahwa harus ada barang yang dijual, Andam Dewi menjelaskan produk-produk yang dipasarkan melalui jajaran MLM di APLI ada kategori obat tradisional, kategori suplemen kesehatan, kategori pangan, dan kategori kosmetik. Produk-produk ini yang didaftarkan APLI di badan POM. 

Andam Dewi menjabarkan 4 hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli produk untuk konsumsi  atau member yang ingin menjalankan bisnis penjualan langsung. 

  1. Kemasan. Mesti dilihat dengan baik apakah kemasannya masih layak jual, apakah ada kerusakan atau tidak. 
  2. Nomor izin edar. Pastikan produk sudah terdaftar di badan BPOM, ada nomor registrasinya, ada izin edarnya sebelum kita membeli produk tersebut. 
  3. Label harus kita perhatikan. Baca labelnya, di dalam label tersebut ada informasi, nama produk, komposisi, kegunaannya, dosis atau cara penggunaan, dan peringatan untuk kondisi tertentu, dan informasi lain.
  4. Tanggal kadaluarsanya. Perhatikan bahwa produk yang kita beli tidak lewat dari tanggal kadaluarsanya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum satu produk diedarkan, perusahaan harus meregistrasi produknya. Jadi produk-produk yang didaftarkan ke badan POM, aspek-aspek yang di kaji meliputi:

  • Safety, keamanan suatu produk
  • Efikasi, keefektifan atau kegunaan suatu produk
  • Quality, kualitas mutu
  • Labeling, penandaan pada kemasan.

Dalam paparannya, beliau menyebutkN tips cara cerdas membeli produk penjualan langsung:

  1. Belilah produk MLM langsung di mitra dari perusahaan MLM. Ini dapat di beli melalui member atau distributor. 
  2. Produk MLM tidak di jual di market place, tidak di jual di apotik, dan tidak di jual di kaki lima.
  3. Ada jaminan penggantian produk, jika produk mitra usaha yang di beli tidak sesuai dengan yang dijanjikan. 
  4. Dengan membeli langsung dari mitra bisnis, berhak mendapatkan konsultasi langsung pengunaan produk secara gratis. 
  5. Ada jaminan mutu dan dipastikan produk yang di beli adalah asli dan berkualitas.

“Perusahaan yang tergabung dalam APLI, kami selalu melakukan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pembelian produk melalui member. Dengan membeli produk dari membernya langsung, berarti membeli produk langsung dari seller atau penjual yang legal. Kalau kita membeli dari market place, berarti kita membeli dari sumber yang tidak legal, dan ini dilarang oleh peraturan perundang-undangan. Jika ada kerusakan ditemukan oleh konsumen pada produk yang dibeli karena tidak di beli dari sumber yang resmi, tidak bisa melakukan klaim  ke perusahaannya. Dengan membeli langsung, kualitas produknya terjamin, juga cara pemakaiannya dan keaslian produknya, “ ujar Andam Dewi dalam kesimpulannya. 

Foto Bersama Komunitas Sahabat Blogger

Untuk diketahui APLI Talk Show yang berlangsung 15-17 Desember 2021 merupakan salah satu rangkaian acara dari APLI Convention Ke-2 yang dilanjutkan dengan APLI Expo dan ApLI Award . Seluruh kegiatan talkshow ini turut dihadiri para blogger dari Komunitas Sahabat Blogger dan youtuber dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada publik.


Comments

Popular posts from this blog

Mengurus Visa China Ternyata Hanya 4 Hari!!

Travel plan saya selanjutnya adalah mengunjungi Shanghai, Cina. Untuk dapat mengunjungi Cina, tentunya harus siap dengan visa-nya. Nah, saya mau berbagi sewaktu saya mengurus visa China :-) fresh bulan April 2012 dan ternyata sangat mudah dan simpel. Karena baru pertama kali mengurus visa sendiri, jadi saya sangat interest sekali searching informasi. Untuk website resminya bisa klik disini VISA FOR CHINA . Sebenarnya persyaratan untuk mengurus visa China tidak terlalu banyak, yuk follow my feeds dibawah ini ;-) Buka website resminya, pelajari visa apa yang mau kamu ambil dan tujuannya untuk apa, lihat di sini JENIS-JENIS VISA CHINA & PERSYARATAN  Kalau saya tujuannya untuk traveling biasa, jadi saya ambil Tourism and family visit visa (L-Visa) Isi formulir permohonan dengan lengkap , kamu bisa download  VISA APPLICATION FORM atau bisa langsung APPLY ONLINE . Kalau saya pribadi, sudah apply online, jadi isi data via online, setelah data lengkap dan tersimpan, ot

4 Rekomendasi Tempat Wisata Belanja di Shanghai

Wisata belanja di Shanghai memang tidak ada habisnya. Namun, yang paling membuat saya tertarik adalah market-market tradisionalnya, sangat unik dengan berbagai macam jajanan pasar. Berikut ini saya akan berikan  tempat belanja yang berhasil saya kunjungi selama di Shanghai yang bisa jadi referensi teman-teman. Mari follow my journey  di bawah ini ya :) Nanjing Road Nanjing Road merupakan pusat jalan perbelanjaan utama di Shanghai. Ini jalan yang panjang hingga beberapa kilometer yang saling terhubung. Terdiri dari Nanjing Rd Timur dan Nanjing Rd Barat. Nanjing Rd Timur paling dekat dengan The Bund, sedangkan Nanjing Rd Barat dekat dengan People's Square. Pada siang hari, Nanjing Road penuh menggeliat dengan riuhnya para pengunjung. Outlet-outlet disepanjang jalan menawarkan merek-merek terkenal yang tak terhitung jumlahnya dengan kualitas yang bagus tentunya. Nanjing Road memang pusat perbelanjaan modern dengan tetap menyajikan konsep tradisional. Terbukti dengan ma

Nabung di Bank BRI, Kena Pajak!!

Disini saya mau berbagi tentang pengalaman saya menabung di BRI beberapa bulan kemarin, karena saya pikir menabung di bank pemerintah seperti BRI, tidak ada banyak potongan yang macam-macam. Sebelumnya saya menabung di Bank Muamalat Syariah yang sebenarnya sudah cocok sekali dan tidak banyak memberikan potongan kepada nasabah kecuali untuk biaya administrasi yang relatif masih dibawah Rp 10ribu. Tapi karena desakan orangtua untuk di pindah ke bank pemerintah, akhirnya saya memutuskan untuk membuka rekening di Bank BRI dekat kantor saya. Pembukaan rekening saya dengan setoran Rp 600ribu. Masih di bulan yang sama,saya mentransfer setoran ke rekening BRI sebesar Rp XX.000.000,- (maaf off the record). Pada bulan berikutnya, saya mendapatkan bunga bank sebesar Rp 28.036,-. Dan saya cukup kaget ketika saya mengetahui tabungan saya dikenakan pajak yang tidak ada ketentuannya berapa persen. Yang terpotong saat itu pajaknya Rp 5.607,- belum lagi potongan administrasi sebesar Rp 10ribu.

16 Things To Do In Shanghai (Part 1 - Sightseeing Shanghai)

Salah satu tujuan trip untuk solo traveling saya yang pertama adalah Shanghai, China. Satu minggu, saya habiskan waktu hanya di kota Shanghai, dan memang tidak membuat itenary untuk mengunjungi kota lain seperti Beijing. Mungkin saya ingin lebih dekat dengan kota Shanghai, sebagai kota Metropolis dari China. Untuk penerbangan ke China, saya menggunakan Singapore Airlines,dengan tujuan Pudong International Airport. Keberangkatan pagi hari jam 09:10, transit di Singapura, dan berlanjut jam 13:00 menuju Shanghai. Lama perjalanan Singapura-Shanghai sekitar 4 jam 45 menit. Tiba di Shanghai sekitar jam 7 malam. Sedangkan kembali ke Jakarta, saya ambil keberangkatan malam hari jam 19:10 tiba di Singapura jam 01:00 dini hari. Hanya saja, transit di Singapura agak lama 5 jam, jadi lumayan buooseenin. Berlanjut penerbangan ke Jakarta pagi jam 07:00, delay satu jam dari awal jadwal 05:00 Sedangkan untuk budget cost sendiri, rasanya bukan ala backpacker :-D

Weekend Banking BCA KCP Grand Indonesia

Bagi nasabah BCA,layanan weekend banking sangat membantu dalam memudahkan nasabahnya melakukan transaksi di hari Sabtu dan Minggu. Waktu itu saya menggunakan layanan ini untuk pembukaan rekening baru. Layanan weekend banking BCA diwilayah Jakarta Selatan & Jakarta Pusat hanya dilayani di dua lokasi,yaitu KCP Grand Indonesia dan KCP Pondok Indah Mall. Layanan Weekend Banking ini buka setiap Sabtu dan Minggu (Kecuali hari libur) dari pukul 10.00-15.00 WIB.  Untuk itu, saya memilih mendatangi kantor BCA di Grand Indonesia yang masih dekat dengan kantor. Hampir saja saya salah tujuan lokasi Bank BCA. Karena layanan weekend banking BCA bukan berlokasi di Menara BCA(tepat di depan jalan utama Grand Indonesia), tapi berada di Grand Indonesia Westmall Lantai LG. Sayangnya, saya tidak bisa melakukan pembukaan rekening baru, karena kartu identitas saya beralamatkan di Depok. Layanan pembukaan rekening baru pada saat weekend hanya melayani pembukaan rekening dengan kartu identitas wil

16 Things To Do In Shanghai (Part 2 - Sightseeing Shanghai)

Pada Part 1 yaitu tempat-tempat menarik untuk dikunjungi selama di Shanghai , saya sudah memberikan 5 tempat menarik di Shanghai. Nah, berlanjut di Part 2, masih sama, rekomendasi tempat-tempat menarik seperti temple, mesjid, garden, dan gedung tertinggi, dan arena. Follow my journey  di bawah ini ya 😄  6. Yu Yuan Garden and Bazaar Yu Yuan Garden adalah taman paling terkenal di Shanghai. Terletak di jantung Kota Tua Shanghai, dan salah satu tempat wisata paling menarik dan menjadi pusat kunjungan para turis di Shanghai.  Dekat dengan Yu Yuan Garden dapat ditemui pasar dengan sederetan outlet-outlet, rumah makan, yang menjual berbagai macam produk, mulai dari souvenir, pakaian, makanan khas, dan lain-lain. Suasananya rame betul, belum lagi bangunan-bangunan sekitar pasar yang terlihat sangat klasik khas tradisional China. Harga souvenir di sini relatif murah, mulai dari harga 5 RMB-90 RMB tergantung dari jenis souvenir. Untuk produk baju harganya bisa diatas 100 RMB.

16 Things To Do In Shanghai (Part 3 - Sightseeing Shanghai)

Masih berlanjut dari Part 1 dan Part 2 tentang tempat-tempat apa saja sih yang bisa dikunjungi dan menarik di Shanghai. Dan pada bagian terakhir ini yaitu Part 3, tempat menarik lainnya diantaranya makam nasional, masih seputar temple, tengok kebon binatang ala Shanghai, jajal penasaran naik gedung tertinggi di Shanghai. Yuk, checkidot di follow my journey 😃 11. Longhua Pagoda & Longhu Temple Longhu Temple Temple kali ini yang saya datangi berada jauh dari pusat kota Shanghai. Saya menggunakan taksi untuk menuju ke temple ini, daerah tempat ini memang jarang dikunjungi untuk para turis untuk hari-hari biasa, terkecuali mereka yang ingin bersembahyang atau ada kegiatan perayaan. Temple ini berada persis di samping pembangunan gedung bertingkat. Dan katanya, temple ini termasuk temple tertua di Shanghai. Terletak di Jalan Longhua sebelah selatan kota. Longhua Park terkenal dengan Longhua Temple dan Longhua Pagoda. Longhua Temple adalah kuil tertua di Shanghai y

Pengalaman Buyback LM di Butik Emas Gd. Antam Simatupang

Yang pertama memang selalu terasa spesial. Hari ini ceritanya melepas logam mulia pertama yang saya beli tahun 2017. Hasil nabung dari sisa gaji bulanan, di belikan LM. Ngga punya pengalaman beli-beli LM, dan berujung beli online di website toko perhiasan. Logam mulia klasik yang sertifikatnya masih terpisah, seberat 10 gram, seharga Rp 5.698.000,-. Itupun masih numpang simpen dulu di toko karena masih dapat free brankas, dan baru dikirim satu bulan kemudian via JNE.  Ngga berasa udah 5 tahun aja, ini LM bersemayam di laci lemari. Masih terbungkus dalam amplop hijau diselimuti lembar kuitansi pembelian. Sebenarnya belum butuh-butuh amat untuk menjual LM, tapi mengingat mau buat modal usaha. Setelah dipandang, dipikir dan diputuskan, harus rela melepas LM pertamaku dari genggaman🥺. Browsing kira-kira dimana tempat yang oke buat buyback LM. Kalau mau gampang, bisa aja sih jual di toko emas atau butik jewellery. Pernah iseng tanya ke toko emas (yang ngga jualan LM), eh malah LM-nya dihar

Jalan-jalan ke Singapura ala Backpackers

Nuny & Neni This is me and my best friend, Neni. Beberapa waktu lalu, kami berdua backpacking ke Singapura. Jadi, memang kami siapkan sendiri, mulai dari beli tiket penerbangan sampai reservasi hostel. Banyak hal yang menarik selama 2 hari berada di Singapura, mulai dari bermalam di Changi Airport,sampai ketempat-tempat wisata,seperti Resort Island Sentosa. Berbagi cerita, semoga bisa memberikan informasi yang menyenangkan :) Mengurus Tiket dan Reservasi Penginapan Saat ini t iket penerbangan ke Singapura sangat mudah didapat,banyak airlines yang menyediakan jadwal penerbangan ke Singapura bahkan dengan harga promo yang sangat murah. Diantaranya ada Mandala Airlines, Air Asia Airlines, Batavia Air,Tiger Airways, Lion Air. www.thehivebackpackers.com Untuk reservasi penginapan,cukup mudah. Di Singapura banyak tersedia pilihan penginapan dari hostel backpackers sampai hotel berbintang. Salah satu hostel tujuan saya adalah The Hive Backpackers,yang t