Skip to main content

Kisah Sukses Nanang Suherman, Dulu Loper Koran Kini Pengusaha Ayam Goreng Nelongso

Bagi penikmat kuliner Depok, mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Ayam Goreng Nelongso. Kuliner berbahan dasar ayam ini tengah populer karena harganya yang super murah, menjadi primadona khususnya kalangan mahasiswa. Bagaimana tidak? Spanduk di rumah makan ini menawarkan makan ayam goreng nelongso + nasi = Rp 5.000. Sangat menggiurkan bukan! Mau makan ayam goreng, tapi tetep hemat di kantong. 

Dan ternyata, tidak hanya olahan ayam goreng saja yang disajikan di sini,  beragam menu ditawarkan seperti bebek goreng, bebek bakar dan aneka olahan ikan goreng. Tidak ketinggalan varian sambal yang menjadi ciri khas dan rasanya makyuus pedasnya👍. Ada lebih dari 8 jenis sambal yang bisa dijadikan cocolan saat bersantap, diantaranya ada sambal ebi, sambal teri, sambal mangga muda, sambal korek pedas dan lainnya. Hmmm, bikin ngiler ya 😋.

instagram @nanang_anakbaik

Tapi tahukah kalau kuliner Ayam Goreng Nelongso sebenarnya sudah di kenal lebih dulu di Kota Malang. Pemiliknya membuka pertama kali di kota Malang sejak tahun 2013 dan semakin sukses hingga memiliki 71 cabang yang tersebar di berbagai kota besar. DIbalik kesuksesan Ayam Goreng Nelongso, sosok sang pemilik menjadi sorotan, lantaran kegigihannya dan ketekunannya dalam membangun usaha kuliner ini. 

Ia adalah Nanang Suherman. Pria kelahiran Probolinggo, 5 Januari 1987 merupakan pengusaha muda yang sukes berbisnis kuliner. Bukan tanpa kendala, banyak lika liku yang beliau hadapi dalam perjuangannya berbisnis sebelum akhirnya membanting setir ke dunia kuliner yang kini membesarkan namanya. Lalu seperti apa cerita selengkapnya dari sosok pengusaha besar tersebut? Berikut ulasannya ☺️

Berasal Dari Keluarga Sederhana

Tinggal di sebuah kota kecil tepatnya di Pajarakan, Probolinggo, sosok Nanang Suherman merupakan anak lelaki tunggal yang berasal dari keluarga sederhana. Kendati merasakan kemiskinan semasa kecil, Nanang tumbuh menjadi pemuda yang penuh mimpi dan ambisi. Ia bertekad untuk dapat melanjutkan kuliah meski sang ibu kurang mendukung karena keterbatasan biaya. 

Sayangnya, Nanang harus putus kuliah di semester awal sebab orang tua sudah tidak lagi dapat membiayai kuliah dan memintanya kembali pulang. Namun, Nanang bersikukuh untuk memilih tetap tinggal dan mencari kehidupan sendiri di Malang. 

Mengawali Bisnis Mulai Loper Koran Sampai Biji Plastik

Tahun 2005 adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di Malang. Demi menyambung hidup dan membiayai kuliah, ia harus mengambil keputusan besar untuk mulai bekerja. Beruntung, ia memiliki teman yang menjadi agen loper koran. Ia lalu mengulak koran dan temannya dan mulai berjualan di lampu merah Dinoyo. Kendati yang ia lakukan mendapatkan cibiran dan hinaan dari sanak saudara yang malu melihatnya berjualan koran, Nanang tidak memperdulikan. Sebab ia sudah memiliki mindset  ingin mencapai agen loper koran. 

“Saya atur bisnis itu, saya tabung hasilnya, dah bener. 4 bulan saya sudah punya 3 orang karyawan dan saya sudah scaling up menjadi agen loper koran. Jadi saya sudah punya gerobak di beberapa titik. Ya kalau sudah ada gerobak di beberapa titik, itu biasanya musuhnya adalah satpol pp. Dan ternyata bener gerobak-gerobak saya banyak dihancurin sama mereka. Itu adalah bisnis pertama, berkembang sampai saya habis di loper koran” ujarnya pada sebuah video yang diunggah pada kanal YouTube Pecah Telur 

Nanang kemudian mencoba peruntungan di bisnis lainnya mulai dari menjadi sales komputer hingga bisa membuka toko komputer sendiri dan memenangkan beberapa projek pemerintahan saat itu. Kemudian berbisnis menjadi makelar mobil hingga mempunyai showroom mobil bekas yang rata-rata masih di harga 10-20 juta. Hanya saja setiap usahanya harus tutup dan gulung tikar. Sampai akhirnya ia harus melakoni pekerjaan sebagai pegawai di salah satu perbankan. 

Suatu waktu ada yang merubah pemikiran tatkala melihat sanak saudaranya yang begitu sukses pada usaha besi tua yang digeluti. Nanang tertarik untuk mencari tahu hingga seorang pamannya yang tinggal di Bumiayu memperbolehkannya untuk ikut bekerja padanya. Nanang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebagai pegawai bank dengan gaji 1,8 juta dan memilih bekerja di usaha besi tua pamannya dengan gaji hanya 400 ribu. Meski ibunda kecewa, Nanang berusaha menyakinkan bahwa ini adalah dapat menjadi jalannya memiliki usaha besi tua. 

Pemilik akun IG @nanang_anakbaik ini menuturkan  “Kalau saya di perbankan, saya mungkin 10 tahun bahkan seumur hidup, saya nda mungkin punya bank. Tapi kalau di besi tua, walaupun saat ini gaji 400 setidaknya kalau nanti aku sudah fasih dan mahir, 2 tahun aku akan haji. Karena aku lihat perjuangan para saudara saudara ini rata-rata 1 tahunnya sdh beli mobil, terus di tahun kedua, tahun ketiga sampai tahun kelima sudah pada haji semua, ini mindset. Kalau dengan gaya saya, insyallah dua tahun saya akan haji”

Nanang mulai terjun dan fokus belajar di pengolahan biji plasti, sampai ia sudah memiliki tabungan sebesar 1,5 juta dan meminta izin kepada pamannya untuk dapat membuka usaha sendiri. Walhasil, bisnis pengolahan biji plastik yang Ia jalani berkembang dengan pesat. 

Motivasi Kuat dari Istri Tercinta

Kesuksesan memang tidak selalu berada di atas, ada kalanya terjatuh dari kesuksesan yang telah di bangun. Begitupun yang dirasakan Nanang, usaha pengolahan biji plastik mengalami kemerosotan, yang membutuhkan banyak modal hingga akhirnya ia harus terlilit hutang di berbagai bank dan non bank. Bukan sedikit, hutangnya mencapai 1,3 milyar. Ia mengatakan bahwa setiap hari bisa 3 orang debt collector yang datang untuk menagih hutang. 

Menyadari keadaan yang semakin sulit, Nanang memutuskan untuk kembali ke titik nol. Ia mengembalikan semua kepada pihak perbankan apa yang menjadi asetnya selama ini. Saat dititik terendahnya, sang istri senantiasa memahami keadaannya, memotivasi dan mensupport Nanang untuk kembali bangkit. Bahkan sang istri pun turut bekerja untuk membantu membiayai beban hidup. 

Karena sudah tidak mampu lagi untuk membayar kos-kosan, mereka sampai terusir dari rumah dan harus berpindah tidur dari satu pom bensin ke pom bensin lainnya. Ia pun sempat bekerja sebagai pemulung untuk dapat membayar biaya bersalin. Kendati hidup susah, sang istri selalu menyemangatinya dan berusaha menjaga martabat suami. Istri beliau pun bahkan tidak mengizinkannya untuk melamar pekerjaan karena melihat potensi suaminya dalam berwirausaha. 

“ngga usah deh yang, mending kamu tidur aja cari inspirasi. Aku nikahin kamu tuh karena aku tau kamu punya potensi. Kalau kamu ujungnya hanya bekerja atau menjadi karyawan, aku mending ngga menikah sama kamu dari dulu. Aku lebih baik kamu hari ini jualan cilok daripada kamu harus kerja di tempat lain” Tambahnya tentang sang istri yang senantiasa menyemangati

Memutuskan Membuka Warung Makan

keberuntungan itu tidak pernah ada, yang ada itu bagaimana kita terus berusaha ada peluang, tapi kalau tidak kita ambil, tidak jadi beruntung. Situ kan ada peluang, saya untuk membuka warung.  karena apa? ada bekas gerobak, dan lain lain yang sudah tersedia, dan saya ambil keputusan itu sehingga akhirnya jadilah saya buka warung

Beliau mengisahkan hanya memiliki simpanan 500ribu untuk ia bisa gunakan menyewa tempat berjualan. Mendapatkan penolakan dimana-mana, akhirnya ia menemukan sebuah rumah bekas warung yang oleh pemiliknya, ia diperbolehkan menggunakan peralatan yang ada di warung tersebut seperti wajan, kompor, meja dan gerobak. 

Dari sinilah ia terinspirasi untuk membuat warung makan yang menjual lalapan dan bebek. Meski tidak mahir memasak, ia menyakini selama lidahnya sehat dimana makanan atau warung yang jual makanan yang ia suka, itu selalu ramai. Maka menandakan lidahnya sehat dan umum. Selebihnya ia mengandalkan belajar resep dari google dan youtube. 

Tapi malang, setelah tiga bulan berjalan, gerobak jualannya di curi orang. Tidak patah semangat, Nanang pun indah di salah satu pujasera. Di tempat inilah berdiri usaha Ayam Goreng Nelongso. Bukan tanpa alasan nama ini tercetus. Ia menuturkan sebelumnya warung makannya ia beri nama Griya Bebek & Ayam Mas Nanang. Namun, usahanya sempat terhalang oleh penjual senior yang tidak menginginkan ia menjual menu makanan lalapan, hingga beritanya sampai kepada pengelola. 

“Ini buka lalapan, sego sambal. Saya tidak jual ayam goreng, Cuma sayap sama ceker, jadi sayap goreng, ceker goreng, ditaruh di nasi saya siram sambal. Pokoknya saya harus bisa jualan. Namanya apa mas. Namanya Ayam Goreng Nelongso, langsung nyeletuk aja saat itu, Allah yang kasih nama” tutur ayah 6 orang anak ini.

Mengembangkan Ayam Goreng Nelongso 

Siapa sangka usaha menjual Ayam Goreng Nelongso laris manis hingga diawal ia dapat mengantongi setoran sebesar 50-100ribu. Namun, usahanya harus terkena penggusuran, dan ia lanjut pindah ke salah satu ruko di area bagian depan pujasera. Disana, Nanang dapat membuka kembali kedai makannya selama 24 jam. 

Semakin terkenal, ia membuka cabang ke-2 dan ke-3. Selama berjualan di sana, musibah kembali menimpa kedainya tersebut terbakar habis. Bahkan kebakaran kedainya sempat diliput berbagai media nasional.

Instagram @ayamnelongso

Pantang menyerah, ia terus berjuang dan mendirikan kembali restoran ayam gorengnya. Karena saat itu media meliput kebakaran outletnya dengan Ayang Goreng Nelongso, akhirnya memutuskan untuk membuka kembali dengan nama kedai Ayam Goreng Nelongso dengan tetap mempertahankan logo aslinya. 

Kini, kedai makannya kian ramai dan viral hingga bisa membuka cabang ke-4, cabang ke-5 hingga cabang ke 71 yang baru saja grand opening di Purwosari pada 24 Juni 2021.

Untuk merekrut karyawannya, Nanang menerapkan hal yang sangat sederhana, yakni memastikan orang yang ia rekrut adalah orang baik. Ia memilih untuk tidak mengambil professional, baginya yang terpenting adalah membuat pintar orang baik. Sehingga ia dapat memasrahkan dan mempercayakan bisnisnya kepada orang baik. 

Ayam Goreng Nelongso memiliki varian menu yang menarik tak hanya jenis makanan ayam dan bebek tapi juga berbagai jenis sambal sehingga konsumen dapat dengan bebas memilih sesuai selera. Ayam Goreng Nelongso semakin terus berkembang dan tersebar di berbagai cabang di Malang dan kota di Indonesia, seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Denpasar dan masih banyak kota lain dengan total cabang outlet saat ini hingga 71 cabang. 

Untuk video kisah perjalanan bisnis Nanang Suherman dapat dilihat di Kanal Youtube Pecah Telur "Spesial Edition 20th Untold Story of Ayam Goreng Nelongso" dibawah ini 



Comments

  1. keren ya , orang2 seperti ini pantang menyerah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak Tira sudah mampir. Sehat selalu ya ☺️💙

      Delete
  2. Pengalaman mas Nanang Suherman luar biasa ya. Dalam menggapai kesuksesannya itu semangat kerja kerasnya yang tidak pantang menyerah. Itu patut dijadikan contoh bagi saya.

    Tulisan kak Nuny sangat menginspirasi. Salam kenal dan sehat selalu ya kak ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah mampir. Salam kenal juga ya ☺️

      Delete
  3. Perlu di contoh nih sepak terjang mas Nanang agar kita termotivasi untuk lebih bersemangat dalam meraih kesuksesan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah mampir. Salam kenal dan sehat selalu ☺️💙

      Delete
  4. Kerja keras, doa dan tidak pindang menyerah membuahkan hasil 71 outlet ayam goreng ngelongso

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah mampir. Salam kenal dan sehat selalu ☺️💙

      Delete
  5. Keren yah kisah hidup dan kesusksesannya...aku setuju banget jika Keberuntungan itu harus diusahakan bukan diam menunggu mengharap keberuntungan tanpa melakukan apa2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah mampir. Salam kenal dan sehat selalu ☺️💙

      Delete
  6. Inspirasi semangat juang Pak Nanang memang bisa kita tiru, agar terus berusaha dalam melakoni tugas dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sudah mampir. Salam kenal dan sehat selalu ☺️💙

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengurus Visa China Ternyata Hanya 4 Hari!!

Travel plan saya selanjutnya adalah mengunjungi Shanghai, Cina. Untuk dapat mengunjungi Cina, tentunya harus siap dengan visa-nya. Nah, saya mau berbagi sewaktu saya mengurus visa China :-) fresh bulan April 2012 dan ternyata sangat mudah dan simpel. Karena baru pertama kali mengurus visa sendiri, jadi saya sangat interest sekali searching informasi. Untuk website resminya bisa klik disini VISA FOR CHINA . Sebenarnya persyaratan untuk mengurus visa China tidak terlalu banyak, yuk follow my feeds dibawah ini ;-) Buka website resminya, pelajari visa apa yang mau kamu ambil dan tujuannya untuk apa, lihat di sini JENIS-JENIS VISA CHINA & PERSYARATAN  Kalau saya tujuannya untuk traveling biasa, jadi saya ambil Tourism and family visit visa (L-Visa) Isi formulir permohonan dengan lengkap , kamu bisa download  VISA APPLICATION FORM atau bisa langsung APPLY ONLINE . Kalau saya pribadi, sudah apply online, jadi isi data via online, setelah data lengkap dan ters...

Pengalaman Buyback LM di Butik Emas Gd. Antam Simatupang

Yang pertama memang selalu terasa spesial. Hari ini ceritanya melepas logam mulia pertama yang saya beli tahun 2017. Hasil nabung dari sisa gaji bulanan, di belikan LM. Ngga punya pengalaman beli-beli LM, dan berujung beli online di website toko perhiasan. Logam mulia klasik yang sertifikatnya masih terpisah, seberat 10 gram, seharga Rp 5.698.000,-. Itupun masih numpang simpen dulu di toko karena masih dapat free brankas, dan baru dikirim satu bulan kemudian via JNE.  Ngga berasa udah 5 tahun aja, ini LM bersemayam di laci lemari. Masih terbungkus dalam amplop hijau diselimuti lembar kuitansi pembelian. Sebenarnya belum butuh-butuh amat untuk menjual LM, tapi mengingat mau buat modal usaha. Setelah dipandang, dipikir dan diputuskan, harus rela melepas LM pertamaku dari genggaman🥺. Browsing kira-kira dimana tempat yang oke buat buyback LM. Kalau mau gampang, bisa aja sih jual di toko emas atau butik jewellery. Pernah iseng tanya ke toko emas (yang ngga jualan LM), eh malah LM-nya d...

Dengan Scarlett Brightening Body Lotion Jolly, Ngga Worry Lagi Kulit Jadi Hitam Karena Matahari

Kalau di tanya apa kendala tinggal di Bali. Mungkin saya akan jawab cuacanya yang panas, yang bisa bikin kulit kering dan jadi item eksotis. Genap empat bulan tinggal di Bali, meski ini bukan kali petama. Tetap saja, di awal kepindahan, selalu saya harus beradaptasi dengan cuaca disini. Bersyukurnya saat ini saya tinggal di Ubud yang suasana dan cuacanya masih terasa sejuk. Meskipun saat cuaca cerah, aduuh lumayan terik sampai UV tinggi. Disini memang siang hari terasa lebih panjang. Jadi, jam 8 pagi berasa sudah panas kayak jam 11 siang. Jujurly, semenjak pindah ke Bali, hal penting yang menjadi perhatian saya adalah kesehatan kulit. Ya itu tadi, alasan karena cuaca di Bali yang puanasnya pol. Sementara kalau lagi musim penghujan, di Ubud udaranya cukup dingin banget. Cuaca hot & cold, worry banget ke kondisi kulit saya jadi terasa kering, kusam dan juga cepat hitam. Jadi, andalan saya supaya kesehatan kulit bisa tetap terjaga, caranya ya mau tidak mau harus rutin pakai body loti...

4 Rekomendasi Tempat Wisata Belanja di Shanghai

Wisata belanja di Shanghai memang tidak ada habisnya. Namun, yang paling membuat saya tertarik adalah market-market tradisionalnya, sangat unik dengan berbagai macam jajanan pasar. Berikut ini saya akan berikan  tempat belanja yang berhasil saya kunjungi selama di Shanghai yang bisa jadi referensi teman-teman. Mari follow my journey  di bawah ini ya :) Nanjing Road Nanjing Road merupakan pusat jalan perbelanjaan utama di Shanghai. Ini jalan yang panjang hingga beberapa kilometer yang saling terhubung. Terdiri dari Nanjing Rd Timur dan Nanjing Rd Barat. Nanjing Rd Timur paling dekat dengan The Bund, sedangkan Nanjing Rd Barat dekat dengan People's Square. Pada siang hari, Nanjing Road penuh menggeliat dengan riuhnya para pengunjung. Outlet-outlet disepanjang jalan menawarkan merek-merek terkenal yang tak terhitung jumlahnya dengan kualitas yang bagus tentunya. Nanjing Road memang pusat perbelanjaan modern dengan tetap menyajikan konsep tradisional. Terbukti deng...

Review Oli X-Ten 10W30 Matic Untuk Vario 150

Buat kamu yang sedang cari review oli X-Ten 10W30 Matic untuk Vario 150, pas banget baca informasi ini. Kali ini saya ingin berbagi informasi penggunaan dan ulasan pemakaian oli X-Ten 10W30 Matic. Testimoni penggunaan oli ini tentunya berasal dari pengalaman saya pribadi. Produk oli saya gunakan di motor Vario 150 keluaran tahun 2018. Untuk menjaga performa Honda Vario 150cc, tentunya harus rutin melakukan perawatan. Mulai dari mengganti oli tepat waktu hingga memilih oli yang tepat. Kali ini saya ganti oli di Planet Ban yang berlokasi di Jalan Akses UI Kelapa Dua, Depok. Kebetulan dekat dengan area tempat tinggal.  Sebenarnya ini kedua kalinya saya ganti oli di sini. Yang pertama sudah mencapai 4.000an kilometer. Kalau mengacu dari waktu pergantian standar oli X-Ten bisa lebih lama hingga 2x lipat dibandingkan oli biasa, bisa ganti oli setiap kurang lebih 5.000 km. Tapi, tetap saya ganti buat menjaga performa mesin motor.  Spesifikasi Oli Nama Produk : XT - 30 Matic Viskosita...

Disabilitas Dapat Bekerja? Alfamart Membuka Peluang Karirnya

Pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh warga negara Indonesia adalah bagian dari hak asasi bagi setiap orang, termasuk penyandang disabilitas dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK). Namun, pada kenyataannya penyandang disabilitas belum sepenuhnya mendapatkan hak yang setara dalam mengakses pekerjaan. Permasalahannya adalah sikap diskriminatif atau stigma terhadap penyandang disabilitas dan OYPMK dan tingkat pendidikan penyandang disabilitas yang rendah menimbulkan kesenjangan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat non disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan.  Padahal berbicara mengenai aksesibilitas dan kesetaraan peluang bagi penyandang disabilitas dan OYPMK untuk mendapatkan pekerjaan sudah di atur di dalam UU No. 8 Thaun 2016 yang menyebutkan bahwa setiap perusahaan wajib memperkerjakan paling sedikit 2%  penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.  Meski s ejak lahirnya UU tersebut ada perubahan positif di bidang ketenagakerjaan...

Weekend Banking BCA KCP Grand Indonesia

Bagi nasabah BCA,layanan weekend banking sangat membantu dalam memudahkan nasabahnya melakukan transaksi di hari Sabtu dan Minggu. Waktu itu saya menggunakan layanan ini untuk pembukaan rekening baru. Layanan weekend banking BCA diwilayah Jakarta Selatan & Jakarta Pusat hanya dilayani di dua lokasi,yaitu KCP Grand Indonesia dan KCP Pondok Indah Mall. Layanan Weekend Banking ini buka setiap Sabtu dan Minggu (Kecuali hari libur) dari pukul 10.00-15.00 WIB.  Untuk itu, saya memilih mendatangi kantor BCA di Grand Indonesia yang masih dekat dengan kantor. Hampir saja saya salah tujuan lokasi Bank BCA. Karena layanan weekend banking BCA bukan berlokasi di Menara BCA(tepat di depan jalan utama Grand Indonesia), tapi berada di Grand Indonesia Westmall Lantai LG. Sayangnya, saya tidak bisa melakukan pembukaan rekening baru, karena kartu identitas saya beralamatkan di Depok. Layanan pembukaan rekening baru pada saat weekend hanya melayani pembukaan rekening dengan kartu identitas...

Pakai Body Serum Scarlett Jolly, Cerah Maksimal, No Worry Kulit Kering & Kusam

Hi ladies, apa kabar hari ini ?☺️ Gimana sudah ada yang coba Scarlett Brightening Body lotion Jolly  yang saya review beberapa minggu lalu. Pasti kalian suka deh sama hasil setelah pemakaiannya  p lus aroma lotion nya yang wangi semerbak.  Nah, masih bersambung nih dengan Body Care Scarlett Jolly. Kali ini saya akan mereview tentang  body serum-nya. Mungkin tidak banyak para ladies yang terbiasa memakai body serum. Saya  pribadi pun termasuk pengguna baru body serum. Tapi ternyata loh ladies, body serum ngga  boleh dilewatkan. Tahu kenapa alasannya ?  Jadi, tak hanya kulit wajah ladies saja yang butuh serum, kesehatan kulit tubuh juga perlu  diperhatikan. Body serum menjadi salah satu produk body care yang harus ada dalam list  kebutuhan kamu. Ladies, berbeda dengan body lotion, menggunakan body serum akan  membantu memberikan nutrisi lebih baik agar kecantikan kulit tetap terjaga.  Apalagi saat ini saya berdomisili di Ubud, Bali de...

Nabung di Bank BRI, Kena Pajak!!

Disini saya mau berbagi tentang pengalaman saya menabung di BRI beberapa bulan kemarin, karena saya pikir menabung di bank pemerintah seperti BRI, tidak ada banyak potongan yang macam-macam. Sebelumnya saya menabung di Bank Muamalat Syariah yang sebenarnya sudah cocok sekali dan tidak banyak memberikan potongan kepada nasabah kecuali untuk biaya administrasi yang relatif masih dibawah Rp 10ribu. Tapi karena desakan orangtua untuk di pindah ke bank pemerintah, akhirnya saya memutuskan untuk membuka rekening di Bank BRI dekat kantor saya. Pembukaan rekening saya dengan setoran Rp 600ribu. Masih di bulan yang sama,saya mentransfer setoran ke rekening BRI sebesar Rp XX.000.000,- (maaf off the record). Pada bulan berikutnya, saya mendapatkan bunga bank sebesar Rp 28.036,-. Dan saya cukup kaget ketika saya mengetahui tabungan saya dikenakan pajak yang tidak ada ketentuannya berapa persen. Yang terpotong saat itu pajaknya Rp 5.607,- belum lagi potongan administrasi sebesar Rp 10ribu....

16 Things To Do In Shanghai (Part 1 - Sightseeing Shanghai)

Salah satu tujuan trip untuk solo traveling saya yang pertama adalah Shanghai, China. Satu minggu, saya habiskan waktu hanya di kota Shanghai, dan memang tidak membuat itenary untuk mengunjungi kota lain seperti Beijing. Mungkin saya ingin lebih dekat dengan kota Shanghai, sebagai kota Metropolis dari China. Untuk penerbangan ke China, saya menggunakan Singapore Airlines,dengan tujuan Pudong International Airport. Keberangkatan pagi hari jam 09:10, transit di Singapura, dan berlanjut jam 13:00 menuju Shanghai. Lama perjalanan Singapura-Shanghai sekitar 4 jam 45 menit. Tiba di Shanghai sekitar jam 7 malam. Sedangkan kembali ke Jakarta, saya ambil keberangkatan malam hari jam 19:10 tiba di Singapura jam 01:00 dini hari. Hanya saja, transit di Singapura agak lama 5 jam, jadi lumayan buooseenin. Berlanjut penerbangan ke Jakarta pagi jam 07:00, delay satu jam dari awal jadwal 05:00 Sedangkan untuk budget cost sendiri, rasanya bukan ala backpacker :-D...