Skip to main content

6 Gejala Cacingan Ini Perlu Diketahui, Cegah Dengan Konvermex

Bagi para ibu seringkali dibuat khawatir ketika si buah hati terkena cacingan karena menimbulkan rasa tidak nyaman pada buah hati dan membuat anak menjadi kurang nafsu makan sehingga berat badannya menurun. Penyakit cacingan memang lazim ditemukan pada anak-anak khususnya di usia sekolah. Sebab, aktivitas anak-anak yang bermain dan mengeksplor segala tempat yang kemungkinan bisa jadi terkontaminasi berbagai bibit penyakit. Tapi tahukah moms, kalau orang dewasa juga bisa kena cacingan loh. Nah, kok bisa? Yuk moms,  kita kenali seperti apa sih penyakit cacingan itu, bagaimana gejalanya pada orang dewasa dan anak-anak, serta pencegahan apa yang bisa dilakukan untuk melindungi keluarga dari penyakit cacingan, berikut ini ulasannya.

Apa itu Penyakit Cacingan ?

Dalam tubuh manusia adalah tempat bersemayamnya berbagai parasit, salah satunya cacing. Untuk bisa hidup didalam tubuh manusia, beberapa jenis cacing parasit dalam bentuk larva atau telur yang masuk melalui mulut atau menembus kulit, lalu ke pembuluh darah dan bertahan hidup dengan didalam usus manusia, bahkan dapat pula masuk ke dalam organ tubuh lain. Mereka bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus.

Moms, penyakit cacingan disebabkan oleh cacing-cacing parasit tersebut yang bersarang dan menginfeksi didalam usus manusia. Jenis cacing yang menyerang tubuh manusia beragam mulai  dari  cacing kremi, cacing gelang, cacing tambah dan cacing pita. Begitupun gejala yang ditimbulkan bervariasi dari setiap jenis cacing yang menginfeksi tubuh. Gejala ringan seperti gatal, ruam, nyeri perut, dan jika abai menangani dapat memicu komplikasi yang menggangu kesehatan seperti infeksi saluran kemih, radang vagina dan stunting  (malnutrisi)

Siapapun bisa terkena penyakit cacingan ya moms.  Penularannya yang mudah sehingga orang dewasa pun bisa terjangkit penyakit ini. Penyebab infeksi cacing terjadi karena adanya kontak langsung kulit dengan benda yang terkontaminasi. Misalnya menyentuh air atau tanah kotor yang mengandung larva cacing, mengonsumsi daging mentah/kurang matang, kurang menjaga kebersihan, dan sanitasi yang buruk 

Orang yang cacingan pun bisa menularkan ke yang lain. Kenapa?. Saat menggaruk pada area yang gatal, biasanya pada area anus & vagina. Telur cacing dapat masuk ke jari-jari bersembunyi dibawah kuku. Ketika menyentuh benda atau permukaan lain, telur cacing akan berpindah tempat.  Jadi, hati-hati ya moms! Selalu anjurkan keluarga untuk mencuci tangan dengan sabun, cuci bersih dengan air panas pakaian dalam, sprei, handuk, pakaian tidur dan jaga kebersihan tubuh dengan benar. 

Bagaimana gejala cacingan itu?

Sebagai cara pencegahan terhadap penyakit cacingan, moms perlu banget mengetahui dan mengenali sebanyak mungkin gejala yang ditimbulkan tiap jenis cacing parasit. Mendeteksi awal gejala adalah lebih baik agar moms dapat segera melakukan pengobatan yang tepat. Nah, bagaimana gejala cacingan pada orang dewasa dan anak-anak Yuk, ketahui gejala cacingan dari 6 jenis cacing parasit berikut ini:

1. Gejala cacingan disebabkan cacing kremi

Infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) adalah yang paling umum dialami pada manusia. Cacing ini dapat hidup di pencernaan manusia khususnya di bagian usus besar dan rektum. Bentuknya kecil dan berwarna putih memiliki panjang sekitar 5-13 milimeter. 

Kenapa bisa terinfeksi cacing kremi? Karena nih moms, secara tidak sadar telah memakan larva cacing melalui makanan atau benda yang sudah terkontaminasi dengan cacing tersebut. Setelah tertelan, cacing menuju ke sistem pencernaan dan akan memproduksi telur dalam jumlah yang sangat banyak di lipatan kulit di sekitar anus saat kita sedang tidur. 

Meski cacingan bukan kondisi yang serius, tetapi menimbulkan gejala yang bikin menganggu dan tidak nyaman, yakni:

  • Rasa gatal di bagian anus, terutama pada malam hari
  • Insomnia atau kesulitan tidur
  • Ruam atau iritasi di sekitar anus dan vagina
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Nafsu makan berkurang 
  • Berat badan menurun

Bagi perempuan, jika cacing berpindah ke area vagina dapat menimbulkan gatal di daerah vagina, dan lebih rentan mengalami komplikasi contohnya peradangan vagina (vaginitis) dan keputihan. 

2. Gejala cacingan disebabkan cacing gelang

Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) adalah parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia. Ukuran panjang cacing gelang dewasa bisa mencapai lebih dari 30 cm dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Cacing ini umumnya ditemukan di tempat dengan fasiltas sanitasi yang kurang memadai dan kebersihan yang buruk.  

Penularannya dapat terjadi bila telur cacing masuk ke dalam tubuh. Nah, telur cacing ini dapat ditemukan pada tanah yang terkontaminasi oleh tinja manusia. Oleh karenanya, bahan makanan yang tumbuh ataupun hewan yang mencari makan di tanah tersebut, dapat menjadi media peyebab infeksi cacing gelang. Buat para moms yang punya binatang peliharaan seperti anjing dan kucing, penting untuk berhati-hati membawa binatang di ruang terbuka agar menghindari terjadi perpindahan telur cacing ke manusia.

Moms, cacing gelang biasanya menginfeksi organ tubuh pada bagian paru-paru dan usus. Jadi, gejalanya sesuai dengan organ tubuh yang terinfeksi. Jika menyerang organ paru-paru gejala yang muncul meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri pada dada
  • Sesak napas
  • Ada darah di dalam dahak. 

Sedangkan jika menyerang organ usus, gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Muntah
  • Mual
  • Diare 
  • Nyeri perut
  • BAB berdarah
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan menurun.

3. Gejala cacingan disebabkan cacing tambang

Penyakit cacing tambang adalah infeksi cacing yang sebagian besar disebabkan oleh parasit Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Infeksi cacing tambang ini sangat berisiko bagi mereka yang suka menghabiskan waktu diruang terbuka tanpa alas kaki. Lantaran kedua cacing dapat hidup di tanah yang lembab, hangat dan terhindar dari sinar matahari langsung. Lingkungan dengan sanitasi yang buruk, sehingga feses yang mengandung cacing tambang akan mengkontaminasi tanah dan air  disekitarnya. Jangan lupa moms, kalau mengonsumsi daging mentah/setengah matang juga memiliki risiko terkontaminasi telur cacing. 

Gatal dan ruam di kaki merupakan gejala awal dari infeksi cacing tambang yang sering kali tidak disadari. Gejala ini dapat terjadi ketika cacing tambang memasuki kulit. Gejala berikut ini pada kulit yang terinfeksi cacing tambang:

  • Permukaan kulit memerah atau berubah warna
  • Muncul benjolan berisi padat pada kulit (papula)
  • Permukaan kulit kasar dan bersisik seperti ular, sebesar 2-3 mm. 

Setelah dari kulit, cacing bisa masuk ke saluran pencernaan, berkembang di usus dan menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Sakit perut atau perum kram
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan menurun
  • Kelelahan
  • Demam
  • Anemia
  • Cacing ditemukan di muntah dan feses

4. Gejala cacingan disebabkan cacing tambang (Necator americanus)

Cacing tambang tersebar luas di daerah tropis dan subtropics. Cacing ini mempunyai prevalensi yang tinggi di daerah perkebunan dan persawahan. Cacing ini menyerang terutama pada golongan sosial ekonomi rendah. Tanah yang gembur, lembab, teduh , tanah berpasir, atau tanah liat dan humus merupakan tempat ideal bagi pertumbuhan telur cacing tambang sampai menjadi larva. Telur dan larva mudah mati karena kekeringan dan suhu yang rendah. Di Indonesia, Necator Americanus lebih banyak dijumpai daripada Ancylostoma Duodenale. Frekuensi infeksi pada pria lebih besar daripada wanita. kebiasaan buang air besar sembarangan, penggunaan kotoran manusia sebagai pupuk, kebiasaan tidak memakai alas kaki dan kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan merupakan faktor-faktor yang menguntungkan untuk perkembangan dan penyebaran cacing tambang. 
Untuk gejalanya yang dialami hampir sama dengan gejala cacingan oleh jenis cacing tambang Ancylostoma Duodenale. Dan seringkali ya moms, pengidapnya tidak menyadari mengalami gejala khusus ini karena infeksinya masih tergolong ringan. Namun, moms perlu untuk waspada apabila infeksi sudah cukup parah, gejala yang bisa muncul adalah rasa gatal seperti di tusuk dalam waktu 30 menit pertama setelah terkontaminasi. Permukaan warna kulit menjadi merah, serta muncul benjolan. Permukaan kulit dapat melebar mulai dari 2 milimeter hingga 2 sentimeter per hari. Pada kasus yang lebih parah, kondisi ini bisa menyebar ke paru-paru melalui pembuluh darah. Selanjutnya berpindah ke mulut hingga tertelan ke usus kecil. Akibatnya, larva bisa berkembang dan memicu penyakit berupa batuk, anemia hingga pneumonia. 

5. Gejala cacingan disebabkan cacing rambut (Trichostrongylus colubriformis)

Jenis cacing Trichostrongylus adalah nematoda yang mudah di jumpai pada hewan herbivore seperti sapi, domba, keledai, kambing, rusa dan kelinci. Pada manusia, infeksi cacingan yang disebabkan oleh jenis cacing ini dapat terjadi melalui konsumsi sayuran atau air yang terkontaminasi oleh larva. Prevelensi infeksi Trichostrngylus pada manusia banyak terjadi pada daerah dengan kondisi sanitasi yang buruk, daerah pedesaan atau aktivitas bertani / penggembala. 
Moms, sebagian besar infeksi pada manusia tidak menunjukkan gejala atau hanya bergejala ringan saja. Seperti halnya cacing gelang lainnya, cacing Trichostrongylus merusak lapisan usus kecil atau lambung. Tanda-tanda khas yang  terjadinya gejala cacing Trichostrongylus yaitu
  • Diare
  • Sakit perut dan mual
  • Perut kembung, 
  • Pusing, 
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penuruan berat badan 
  • Infeksi berat dapat menyebabkan anemia, kolesistitis, anoreksia dan stunting.

6. Gejala cacingan disebabkan cacing rambut (Trichostrongylus Orientalis)

Seperti dijelaskan sebelumnya jenis cacing Trichostrongylus merupakan parasit yang ditemukan pada usus halus hewan herbivora dan juga bisa terdeteksi pada manusia di daerah tropis. Manusia dapat tertular infeksi cacing ini apabila sepsis Trichostrongylus masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau mulut saat mengonsumsi minuman/makanan yang terkontaminasi. Pada daerah yang banyak ditemukan jenis cacing ini, sayuran mentah terkontaminasi oleh kotoran manusia. Pada daerah endemic dimana spesies Trichostrongylus ditemukan, harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyiapkan atau makan makanan, serta sayuran harus di cuci bersih atau dimasak sebelum di makan. Umumnya infeksi terjadi tanpa gejala dan sedikit diketahui tentang gejalanya. Namun, infeksi berat dapat menimbulkan anemia ringan karena cacing dapat menghisap darah yang ada di dalam tubuh. 

Kapan pencegahan dilakukan?

Meski kasus penyakit cacingan terjadi secara tidak sengaja, moms perlu memperhatikan cara pencegahan untuk menekan risikonya

✔️Menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal. Seperti rutin mencuci tangan dan kaki sebelum dan sesudah beraktivitas dengan menggunakan sabun, rutin potong kuku, hindari melakukan kebiasaan mengigit kuku yang bisa membuat telur cacing masuk ke mulut, dan selalu menggunakan alas kaki saat berjalan di ruang terbuka seperti pantai dan taman. 

✔️Makan dan masak yang matang. Pastikan moms memasak bahan makanan hingga matang, khususnya daging. Jika ingin di makan mentah seperti buah dan sayuran, pastikan sudah di cuci bersih. Sedangkan jika ingin makan daging mentah, pastikan sudah terbebas dari cacing. 

✔️Menggunakan alas kaki saat keluar rumah agar telur cacing tidak berkontak langsung dengan kulit kaki ataupun masuk melalui jari-jari.

✔️Minum obat cacing. Apabila terdapat anggota keluarga yang terjangkit penyakit cacingan, moms dapat melakukan konsultasi ke dokter atau langkah cepat dan tepat yakni mengonsumsi obat cacing Pyrantel Pamoate yang termasuk kategori obat bebas seperti Konvermex

Konvermex, Obat Cacing Keluarga

Konvermex adalah obat cacing keluarga untuk melindungi dari penyakit cacingan. Bahan aktif Konvermex menghancurkan cacing di tubuh. Kandungan Pyrantel Pamoate  melumpuhkan dan menghancurkan cacing serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar. 

Konvermex mengobati penyakit cacingan yang disebabkan oleh parasite saluran pencernaan, baik tunggal maupun campuran:

  • Cacing kremi (Enterobius vermicularis)
  • Cacing gelang (Ascaris lumbricouides)
  • Cacing tambang (Ancylosstoma duodenale
  • Cacing tambang (Necator americanus) 
  • Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis. 

Konvermex tersedia dua varian obat cacing dewasa dan obat cacing untuk anak dalam bentuk suspense dan tablet/kaplet, yaitu 

  • Suspensi 125 mg untuk dosis anak – anak di bawah 12 thn
  • Suspensi  250 mg untuk dosis dewasa
  • Tablet 125 mg untuk dosis anak
  • Kaplet 250 mg untuk dosis dewasa

Aturan Pakai Dosis sekali minum (atau ikuti petunjuk di kemasan).

Untuk menjaga dan memastikan keluarga terhindar dan tidak terjadinya penularan (memutus siklus penularan) penyakit cacingan ini, dianjurkan agar minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali secara bersamaan dengan seluruh anggota keluarga. Ayo saling jaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari cacingan.

Konvermex dapat dibeli di apotek dan supermarket, juga bisa via online:



Comments

  1. Bagus banget informasi nya banyak dan bermanfaat kak 😍 penting banget nih info2 begini, makasih yaa kak.. Jd tau banyak ttg cacingan

    ReplyDelete
  2. Ya ampun aku baru tau ternyata telur cacing jg bisa ya masuk melalui jari kaki, wah harus edukasi ke anak-anakku nih, makasih ya infonya

    ReplyDelete
  3. Jenis cacing ternyata banyak juga ya kak dan yang paling menyeramkan itu yang mengganggu kesehatan ya kak untung ada Konvermex

    ReplyDelete
  4. Konvermex udah terpercaya sejak lama utk nyembuhin cacingan atau sekedar mencegah spy gak cacingan.

    ReplyDelete

Post a Comment